This page is enhanced for Mobile user. Visit our full website here.

Several Ways to Enhance Your Brand UX By Personalizing Content


26 Apr 2021 by Billy Gani

Dengan teknologi senantiasa terus berubah, banyaknya konten yang terus-menerus hadir, rentang perhatian yang senantiasa berkurang,  iklan dimana-mana, prospek pasar pasca-milenial, kesadaran konsumen yang meningkat, kecenderungan brand terhadap eksperimen, dan segudang perubahan kecil namun signifikan yang terjadi di sekitarnya, seluruh perspektif Anda tentang konten harus juga senantiasa berubah dan berkembang. Mulai dari apa (bentuk) dan di mana (platform) hingga bagaimana (distribusi) konten Anda, setiap aspeknya harus diselidiki, di katekisasi, dan bahkan mungkin dibatalkan, jika diperlukan.
 
Permainan ini selanjutnya, disebut dengan gangguan (disruption).
 
Gangguan Akan Penyampaian Informasi
 
Ada banyak perdebatan dalam dunia online tentang apakah kita memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dibandingkan dengan ikan mas atau goldfish. Dan apakah hal tersebut bermakna baik atau buruk. 
 
Laporan Status Perhatian dari Prezi di tahun 2018, bagaimanapun, melampaui dugaan ini dan benar-benar bertanya kepada profesional bisnis apa yang akan (dan tidak akan menarik perhatian mereka). Mereka menemukan tiga jawaban kritis untuk pertanyaan  "Apa yang Anda kategorikan ’menarik’?"
 
Jawabannya, jelas ada pada tiga hal yang memisahkan konten yang berkualitas dengan yang standar, yaitu:
 
 
Anda dapat menggunakan hasil riset  ini sebagai  keuntungan Anda. Retensi memori yang singkat dan minat yang menurun pada komunikasi pemasaran dan penjualan dapat membuat Anda menjadi lebih berani, flamboyan, lucu, lantang, naif, atau apa pun yang Anda inginkan. Bahkan jika Anda membuat kesalahan, Anda juga masih memiliki ruang untuk kembali ke metode lama Anda.
 
Selama 23 tahun, Canon telah mengelola program fotografer profesional yang disebut Explorers of Light. Para profesional ini mewakili perusahaan mereka dalam berbagai acara. 
 
Namun, mereka menghentikan praktik lama mereka dan mendaftarkan sekitar 40+ fotografer amatir karena mereka ingin "menjembatani kesenjangan antara fotografer yang sudah profesional dan yang biasa untuk menjangkau generasi yang lebih muda."
 
Jika dipikirkan secara matang, memang resikonya besar. Kami hanya dapat mengasumsikan tekanan luar biasa yang akan dialami anggota tim pemasaran mereka untuk setiap hal mulai dari manajemen harian mereka hingga mencapai hasil akhir yang mereka inginkan.
 
Tetapi, hal ini dapat menjadi salah satu strategi yang tepat jika Anda ingin mengembangkan dan memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik dengan menyasar cakupan audiens yang lebih luas.
 
Gangguan Akan Emosi
 
Jika konten Anda secara umum menyenangkan, ada kemungkinan berbeda bahwa konten tersebut juga tidak memiliki passion dan tidak menuntut. Ada artikel yang sangat menarik tentang bagaimana manusia memiliki emosi yang kontradiktif - kebahagiaan dapat membangkitkan amarah, keindahan dapat membuat Anda menangis, dan perasaan cinta yang intens dapat memicu kecemburuan.
 
Itulah sebabnya, sangat penting untuk mengeksplorasi berbagai emosi dalam konten Anda. Misalnya, konten rasional dapat membangkitkan kesadaran diri pada orang-orang yang sangat waspada dan terjaga, tetapi konten yang berlebihan dan terlalu menyenangkan juga dapat memicu orang yang menjalani hidup mereka dengan mengejar kesenangan. 
 
 
Berikut diatas adalah gambaran tentang Pelangi Emosional yang menggambarkan bagaimana Anda dapat membuat berbagai konten berdasarkan perasaan yang ingin Anda picu pada audiens Anda dan kemudian mempersonalisasikannya untuk setiap segmen berdasarkan reaksi mereka.
 
Gangguan Akan Ekspektasi
 
Dengan personalisasi yang menjadi salah satu pedoman dalam bisnis, kami melihat beberapa bisnis online maupun fisik yang senantiasa berusaha menjadi lebih dekat dan personal kepada audiensnya. Mulai dari memberikan penawaran yang dipersonalisasi hingga penargetan geografis, konten berbasis waktu, dan daftar tindakan yang dapat "dipicu" dan tidak terbatas. 
 
Sayangnya, semua hal ini sebenarnya berlebihan - dan audiens Anda juga sudah mengharapkannya. Laporan Status Hubungan Pelanggan dari Salesforce menemukan bahwa 3 dalam 4 dari 6.700 konsumen yang disurvei mengharapkan perusahaan memahami kebutuhan mereka dan 3 dan 5 darinya bersedia memberikan data pribadi untuk memungkinkan penjual untuk menawarkan pengalaman dan rekomendasi yang lebih dipersonalisasi.
 
Di sini, Anda dapat memutus siklus harapan konsumen dengan mempersonalisasi konten berdasarkan audiens yang ditargetkan atau reaksi segmen terhadap kampanye yang Anda jalankan. Hal ini akan menguatkan beberapa tujuan, seperti:
 
Langkah pertama untuk memastikan strategi konten yang sempurna adalah dengan melibatkan tim riset dan pemasaran Anda untuk memahami reaksi pelanggan terhadap pemicu dan respons kampanye secara keseluruhan. Meskipun hal ini mungkin tampak seperti hal yang jelas, Anda akan terkejut ketika mengetahui berapa banyak perusahaan yang sebenarnya tidak melakukannya.
 
Setelah Anda mencatat semua pemicu (emosi) penting yang dapat mendorong pelanggan Anda untuk melakukan tindakan tertentu, Anda dapat beralih untuk menyesuaikan perjalanan setiap pelanggan mulai dari pemaparan pertama hingga konten pembelian dan advokasi yang mereka jalankan.
 
Gangguan Akan Praktek Industri
 
Sementara para pemasar masih berjuang dengan Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn, sambil memperdebatkan pentingnya penggunaan Snapchat atau Pinterest, orang-orang lainnya di seluruh dunia sudah beralih ke TikTok. Dan saat itu, Facebook menganggapnya sebagai ancaman yang cukup besar untuk mengkloningnya dan meluncurkan Lasso, pesaing nya secara langsung.
 
Sebagian besar brand dan agensi mengalami hambatan setelah mencapai kesuksesan tertentu dengan beberapa strategi pemasaran yang bekerja dengan baik untuk mereka. Dan setelah itu, mereka membutuhkan pandangan baru yang lebih fresh tentang konten, atau platform yang sama sekali baru untuk dapat membuka jalan dan kemungkinan baru.
 
Sebagai contoh, brand-brand B2C mungkin mengandalkan kombinasi pemasaran berbasis email dan pembaruan Facebook secara reguler (bersifat visual) untuk terhubung dengan pelanggan mereka. Namun, peralihan sederhana ke platform seperti LinkedIn mungkin dapat membuat mereka berada pada peluang penargetan baru yang lebih besar.
 
 
Berikut adalah beberapa informasi dan pemahaman tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan pengalaman pengguna dengan lebih mempersonalisasikan konten Anda. Jika Anda masih memerlukan bantuan dalam pengoptimalannya, kami dapat membantu.
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di Jakarta. Atau jika anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dengan cepat serta harga terjangkau tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan atau bisnis anda.
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk membantu anda dalam bidang SEO digital marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan SEO digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
 
Reference: UsabilityGeek