This page is enhanced for Mobile user. Visit our full website here.

Sehat Atau Tidak? Kenali Lebih Dalam Tentang Cream Cheese Yuk!


09 Feb 2021 by Billy Gani

Krim keju atau biasa dikenal dengan cream cheese merupakan keju lembut dengan konsistensi yang halus. Krim tersebut memiliki rasa yang ringan dan populer untuk digunakan sebagai olesan untuk roti, camilan, ataupun roti bagel. Berikut ini beberapa bahasan yang lebih mendalam untuk lebih mengenal krim keju yang biasa kita temukan sehari-hari di sekitar kita.
 
Bagaimana Krim Keju Dapat Terbuat
 
Krim keju biasanya terbuat dari krim, tetapi juga bisa didapatkan dengan campuran antara krim dan susu. Pertama, krim dapat dipanaskan dengan metode pasteurisasi untuk membunuh mikroorganisme yang berpotensi jahat. Setelah itu, bakteri asam laktat dapat dimasukkan yang akan membuat terasa agak asam. Dari hasil tersebut, tetesan lemak dari krim dipecah menjadi tetesan yang lebih kecil dan lebih seragam lalu menciptakan produk yang halus.
 
Aditif seperti carob bean gum dan karagenan dapat mengentalkan keju. Dan pada akhirnya, enzim pembekuan - yang berasal dari tumbuhan atau hewan - disertakan untuk meningkatkan tekstur.
 
Di Amerika Serikat, krim keju harus setidaknya memiliki 33% lemak dan memiliki kurang dari 55% kelembaban yang dilihat dari beratnya. Namun, di beberapa negara, konten lemak yang lebih berat mungkin diperlukan.
 
Nutrisi 
 
Banyak jenis dari krim keju yang biasanya tersedia untuk dibeli, termasuk jenis biasa, double-cream, whipped, dan yang memiliki rasa. Oleh karena itu, profil nutrisinya tergantung pada produk dan merek tertentu.
 
Secara umum, 28 gram krim keju mengandung:
 
Krim keju bersifat tinggi lemak dan mengandung karbohidrat dan protein yang rendah. Krim tersebut dapat menjadi sumber baik bagi vitamin A dan berkontribusi untuk memberikan tubuh riboflavin (vitamin B2). Sedangkan whipped cream cheese mengandung lemak yang lebih sedikit dan lebih sedikit kalori per penyajian.
 
Manfaat Dari Krim Keju

Selain rasanya yang enak sebagai olesan, krim keju juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, seperti:
 
Menghasilkan Vitamin A
 
Krim keju mengandung jumlah signifikan dari vitamin A. Hanya dengan 28 gram krim keju, tubuh Anda mendapatkan 87 mg Vitamin A, yang menjadikannya 10% dari vitamin yang Anda butuhkan per hari.
 
Vitamin ini larut dalam lemak dan sangat penting untuk penglihatan Anda. Vitamin A juga mendukung sistem kekebalan Anda dan membantu melindungi integritas dari banyak jaringan, seperti kulit, paru-paru, dan usus Anda.
 
Memasok Antioksidan Ke Dalam Tubuh
 
Krim keju adalah sumber dari antioksidan yang melindungi tubuh Anda dari molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Ketika kadar radikal bebas menjadi terlalu tinggi dalam tubuh Anda, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel. Krim keju mengandung sejumlah antioksidan karotenoid, termasuk lutein dan zeaxanthin, yang sangat penting untuk kesehatan mata.
 
Memiliki Efek Probiotik
 
Krim keju dibuat dengan menggunakan kultur dari bakteri asam laktat. Beberapa strain bakteri ini adalah probiotik, yaitu bakteri ramah yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan.
 
Misalnya, beberapa spesies Lactobacillus mendukung sistem kekebalan Anda dengan mengurangi respons peradangan, sementara spesies lain merangsang sistem kekebalan Anda saat terkena infeksi. Dalam studi selama 8 minggu, tikus yang memakan krim keju yang berisikan bakteri lactococcus chungangensis menunjukkan peningkatan kadar asam lemak rantai pendek yang bermanfaat dan profil bakteri yang lebih baik dalam feses mereka.
 
Asam lemak dengan rantai pendek adalah sumber energi utama dari sel-sel di dalam usus besar. Asam lemak tersebut juga mengurangi peradangan di tubuh Anda, yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang memiliki gangguan peradangan tertentu. Hasil ini mungkin memang terlihat menjanjikan, tetapi studi manusia tetaplah diperlukan untuk memeriksa kebenarannya lebih dalam. Karena pemanasan cenderung membunuh probiotik, carilah krim keju dengan label "kultur hidup dan aktif", yang berarti produk tersebut menawarkan probiotik hidup didalamnya.
 
Kadar Laktosa Yang Rendah 
 
Laktosa adalah sejenis gula yang ditemukan dalam produk susu seperti susu, keju, dan yogurt. Namun, beberapa orang tidak dapat mencerna jenis gula ini. Kondisi ini disebut intoleransi laktosa (lactose intolerant), yang dapat menyebabkan gejala seperti kembung, perut bergas, dan diare.
 
Individu dengan kondisi ini sebaiknya membatasi atau menghindari produk dengan kandungan susu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa dapat mentolerir laktosa dalam jumlah kecil hingga 12 gram per makanan. Karena krim keju mengandung kurang dari 2 gram laktosa per ons (28 gram), orang dengan intoleransi laktosa mungkin tidak mengalami masalah dengannya.
 
Dampak Yang Mungkin Negatif Dari Krim Keju
 
Rendah Protein
 
Krim keju mengandung sedikit protein, dengan porsi 1 ons (28 gram) yang hanya menyediakan kurang dari 2 gram. Kadar ini jauh lebih sedikit daripada bentuk keju lunak lainnya, termasuk keju brie dan goat cheese.
 
Protein penting untuk menjaga massa dan kekuatan otot. Hal ini juga membantu Anda untuk cepat merasa kenyang setelah makan. Karena itu, Anda harus makan banyak sumber protein baik lainnya, seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan,, dan makanan olahan dari susu lainnya.
 
Waktu Penyimpanan Yang Relatif Singkat
 
Krim keju memiliki umur simpan yang relatif singkat. Faktor-faktor seperti pemrosesan, pengemasan, dan penyimpanan mempengaruhi seberapa lama produk tersebut tetap segar. Meskipun pasteurisasi membunuh mikroorganisme berbahaya, kandungan airnya yang tinggi tetap berisiko terkontaminasi mikroba.
 
Secara umum, krim keju harus dimakan dalam waktu 2 minggu setelah dibuka dan disimpan di lemari es. Untuk mengurangi pertumbuhan mikroba, oleskan krim dengan pisau bersih dan selalu tutup kembali kemasannya. Krim keju harus sudah habis sebelum tanggal kadaluarsa dan dibuang jika Anda mencium bau atau melihat pertumbuhan jamur yang tidak biasa.
 
Krim keju sangat bersifat serbaguna. Tekstur yang lembut membuatnya menjadi bahan populer dalam hidangan manis dan gurih. Meskipun sering digunakan sebagai olesan roti bagel, cemilan, dan roti panggang, krim keju juga dapat ditambahkan ke isian untuk sandwich atau kentang panggang, beserta saus krim.
 
Bahkan, krim keju bisa dipasangkan dengan salmon asap sebagai camilan atau makanan pembuka yang nikmat. Terlebih lagi, krim ini populer digunakan untuk kue keju dan makanan penutup lainnya seperti brownies dan cupcake.
 
 
 
Jika sudah lebih mengenal tentang cream cheese beserta manfaatnya, sudahkah Anda menggunakannya dalam setiap resep makanan Anda? Jika Anda masih bingung mencari cream cheese berkualitas untuk melengkapi kue Anda, Dairy Diary hadir untuk membantu Anda.
 
Dairy Diary (Anchor Food Professionals) merupakan distributor bahan baku kue di Indonesia yang menyediakan berbagai produk Anchor food professional berkualitas dan terbaik seperti mentega/ Anchor butter, cream cheese (krim), milk (susu), natural cheese dan processed cheese (keju) sebagai wujud persembahan dari PT Fonterra Brands Indonesia. Dairy Dairy merupakan salah satu bentuk komitmen Fonterra Indonesia dalam memajukan bisnis food service khususnya dalam bidang bahan baku kue & produk mentega di Indonesia.
 
 
 
 
 
Reference: HealthLine