Image

QUICK CONTACT













Image

Memahami Penerapan K3 Dalam Bekerja Dengan Alat Berat

10 Aug 2021 by Billy Gani
Penggunaan alat berat pada berbagai bidang industri dapat memudahkan pengoperasian pekerjaan berat, peningkatan kapasitas dan efektivitas produksi. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pembangunan secara pesat, alat berat pun dapat digunakan diberbagai macam bidang seperti konstruksi pembangunan, pertambangan hingga pertanian.
 
Di sisi lain, bekerja dengan alat berat merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi. Jika suatu insiden terjadi, maka dapat terjadi hal yang fatal seperti patah tulang, cedera kepala, atau, dalam banyak kasus, hilangnya nyawa. Insiden yang melibatkan alat berat sangat mempengaruhi tidak hanya orang yang terluka tetapi juga orang yang mengoperasikan peralatan dan rekan kerja di sekitarnya. Maka dari itu, sangat penting untuk menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 pada saat bekerja dengan alat berat.
 
Penerapan K3 berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pekerja di lapangan. Di Indonesia sendiri, K3 bagi para pekerja diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
 
Pada dasarnya, penerapan K3 dapat mencakup:
 
Identifikasi potensi bahaya dan resiko kecelakaan kerja
 
Sebelum memulai sebuah proyek, ada baiknya untuk memeriksa keadaan di tempat dan lingkungan kerja Anda agar mengetahui kemungkinan risiko yang dapat terjadi. Selain itu, membersihkan tempat kerja dari bahan dan barang yang dapat menimbulkan bahaya juga dapat meminimalisir risiko. Pastikan juga Anda sudah mendapatkan izin dari pihak terkait.
 
Umumnya, risiko bahaya yang dapat terjadi pada pekerja termasuk:
  • Tertimpa peralatan bergerak;
  • Terkena kontak listrik saat mengoperasikan kendaraan atau peralatan;
  • Tertimpa oleh beban yang tidak cukup aman saat diangkat atau dipindahkan tertimpa atau tertimpa peralatan yang terbalik; dan
  • Situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam bahkan gangguan binatang liar.

Ada baiknya Anda menulis semua kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di tempat kerja Anda.
 
Evaluasi Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja
 
Pada tahap ini, ada baiknya Anda mengevaluasi apa saja dampak yang mungkin terjadi dari kecelakaan kerja agar dapat dilakukan antisipasi yang tepat bila terjadi kecelakaan kerja. Selain itu, ada baiknya menghindari pekerjaan yang dapat menimbulkan bahaya dan risiko kecelakaan kerja, sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalisir sedini mungkin.
 
Mengendalikan Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja
 
Penerapan prosedur K3 untuk pengendalian bahaya dan risiko kecelakaan kerja secara konsisten, patuh dan benar perlu dilakukan oleh semua pihak. Maka, perlu adanya pembagian tugas dan tanggung jawab secara efektif untuk masing-masing kontraktor, pengusaha, pengawas dan pekerja.
 
Berikut kami coba jabarkan tugas dari masing-masing pihak.
 
Kontraktor
  • Merencanakan dan mengorganisasi proyek untuk menghindari atau mengurangi pembalikan peralatan, mesin dan kendaraan;
  • Memastikan operator proyek dibantu oleh pemberi isyarat jika pandangan operator peralatan terhadap jalur terbatas atau terhalang, atau jika seseorang dapat terancam oleh kendaraan, mesin atau peralatan atau oleh bebannya;
  • Memastikan pekerja memakai pakaian atau alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan peraturan;
  • Menetapkan prosedur tertulis yang harus diikuti di proyek dalam keadaan darurat, meninjau dan memastikan prosedur tersebut diikuti dalam keadaan darurat; dan
  • Memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja terlindungi

Pengusaha
  • Memberikan informasi, instruksi dan pengawasan kepada pekerja untuk melindungi kesehatan dan keselamatan mereka;
  • Mengambil setiap tindakan pencegahan yang wajar dalam situasi untuk melindungi pekerja;
  • Memastikan peralatan dioperasikan dan dipelihara sesuai instruksi pabrik;
  • Memastikan supervisor yang ditunjuk kompeten;
  • Memastikan tindakan dan prosedur yang diperlukan dilakukan di tempat kerja; dan
  • Memastikan peralatan, bahan, dan perangkat pelindung yang diperlukan disediakan dan dipelihara dalam kondisi baik

Supervisor
 
Memastikan pekerja bekerja dengan cara dan tindakan dan prosedur yang sudah diatur;
  • Memastikan setiap peralatan, alat pelindung atau pakaian yang dibutuhkan oleh pemberi kerja dipakai/digunakan oleh pekerja;
  • Memberi tahu pekerja tentang bahaya kesehatan atau keselamatan potensial atau aktual yang diketahui oleh supervisor;
  • Menyediakan pekerja dengan instruksi tertulis tentang tindakan dan prosedur yang harus diambil untuk perlindungan pekerja;
  • Mengambil setiap tindakan pencegahan yang wajar dalam situasi untuk perlindungan pekerja;
  • Mengawasi pekerjaan pekerja setiap saat baik secara pribadi atau dengan memiliki asisten yang kompeten melakukannya secara pribadi; dan
  • Memeriksa, setidaknya sekali seminggu atau lebih sering, semua mesin dan peralatan, sistem komunikasi, dan sarana akses dan jalan keluar di proyek untuk memastikan tidak ada pekerja yang terancam.

Pekerja
 
  • Memakai alat pelindung diri yang sesuai;
  • Menggunakan/mengoperasikan peralatan dengan cara yang aman;
  • Melaporkan segala cacat atau kerusakan peralatan kepada supervisor atau atasan Anda;
  • Bekerja sesuai dengan peraturan;
  • Melaporkan bahaya di tempat kerja kepada supervisor atau atasan Anda; dan
  • Mengetahui hak pekerja Anda.

Selain itu, risiko juga dapat diminimalisir dengan cara memastikan alat yang digunakan:
 
  • Dioperasikan dan dipelihara dengan baik;
  • Digunakan sesuai manual pengoperasian pabrikan;
  • Dilengkapi dengan manual pengoperasian pabrikan yang tersedia;
  • Dioperasikan oleh pekerja yang kompeten dengan pengetahuan yang jelas tentang jalur peralatan atau beban;
  • Dioperasikan dengan bantuan pemberi isyarat yang kompeten yang tidak melakukan pekerjaan lain saat memberi isyarat; dan
  • Sesuai dengan semua persyaratan peraturan yang berlaku.

Penerapan K3 di Lapangan
 
Jika sistem sudah dibentuk, maka penerapan K3 di lapangan perlu dijalankan dengan baik. Penerapan K3 dapat berupa sosialisasi yang berhubungan dengan K3 sesuai prosedur; penjelasan (briefing) K3 secara berkala dan pengawasan serta sadar diri untuk selalu menerapkan K3 demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
 
 
 
Nah, berikut adalah beberapa pemahaman dan informasi yang dapat kami berikan seputar penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada saat Anda bekerja dengan alat berat. Jika Anda sedang mencari distributor atau tempat yang menjual dan menyewakan alat berat berkualitas dan profesional di Indonesia, THI dapat menjadi salah satu pilihan Anda. 
 
Tunas Habibi Indonesia (THI) merupakan salah satu distributor dan penyedia rental alat berat dari semua produk T&H (Technology and Hammer), Liutech Air Compressor, TRD Hydraulic Breaker dan Digga di area Jakarta dan Medan, Indonesia. THI senantiasa berkomitmen untuk menyediakan hydraulic breaker, mobile compressor dan machinery attachment berkualitas premium lainnya di Indonesia.

THI juga memberikan layanan prima kepada mitra dalam bidang pertambangan, quarrying, dimensional stone, civil engineering, road construction, demolition, tunneling, industrial, plantation, logging dan lain-lain. Selain itu, THI juga menyediakan jasa penjualan,rental alat berat seperti Liutech mobile compressor di Indonesia untuk kebutuhan anda.
 
 
 
 

CONTACT US

Let's Work Together

Have cool projects to work on ?

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.

Image
TELEPON
INDONESIA
+62813 8251 8448
Image
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm
icon
icon
Free Consultation
icon