Image

QUICK CONTACT













Image

Beberapa Tantangan Dalam Menjalankan Bisnis E-Commerce & Cara Menghadapinya

26 Jul 2021 by Billy Gani
Menurut data dari Nielsen, pasar e-commerce saat ini diperkirakan akan melonjak sebesar 20% menjadi senilai $4 triliun pada tahun 2020. Lalu, bagaimana penjual online yang berskala kecil dapat memanfaatkan pertumbuhan dua digit ini?
 
Menyadari bahwa Amazon sebagai salah satu retail e-commerce yang menyumbang 37 persen pengeluaran online secara global, menurut penelitian dari Salmon, mudah untuk diasumsikan bahwa para raksasa dalam e-commerce tentunya berperan besar dalam peningkatan yang sudah terprediksi tersebut ke depannya.
 
Tetapi ketika kita berbicara tentang bisnis yang lebih kecil, jalan menuju kesuksesan dalam e-commerce senantiasa dilengkapi dengan berbagai tantangan. Atau paling tidak dibutuhkan perjuangan ekstra untuk dapat mengimbangi pemenuhan permintaan dari e-commerce besar seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan platform raksasa lainnya  di Indonesia.
 
Dalam diskusi panel mengenai tren e-commerce di Dublin Tech Summit, Mark berbicara bahwa hal itu bukanlah satu-satunya tantangan yang harus dihadapi oleh para online sellers. Dalam diskusi tersebut dikatakan juga bahwa terdapat lima tantangan dari e-commerce yang saat ini menjadi masalah bagi setiap penjual online dan menyarankan solusi yang mungkin dapat mengatasi hambatan tersebut. Berikut beberapa pembahasannya:
 
Daftar Inventaris Online
 
“Ketika Anda mendengar tentang teknologi e-commerce terbaru, Anda tentunya memiliki banyak minat pada hal-hal canggih di belakangnya. Tetapi terkadang, hal yang paling sederhana dapat menjadi hal yang paling efektif,” kata Mark.
 
“Jika Anda memikirkan kapan internet dimulai, berapa tahun yang dibutuhkan sebelum toko memiliki jam buka online, dan sebagainya? Bahkan hal yang sederhana seperti itu membutuhkan waktu untuk penyesuaiannya. Sebagian besar toko saat ini memiliki jam buka online tetapi sebenarnya sebagian besar toko tersebut masih belum memiliki inventaris tepat dan ditampilkan secara online.”
 
Hal ini sebenarnya dapat berjalan lebih buruk dari perkiraan diatas/ survei dari beberapa bisnis berskala kecil di tahun 2017 yang dilakukan oleh CNBC dan SurveyMonkey menemukan bahwa 45 persen bisnis berskala kecil bahkan masih tidak memiliki website atau toko online saat ini.
 
Berikut contoh dari Pointy (sebuah fitur yang menjalankan iklan berperforma tinggi di Google untuk semua produk Anda secara otomatis) yang dapat dilakukan dalam menyesuaikan tantangan e-commerce diatas :
 
Pointy bertujuan untuk mengubah keadaan dengan menawarkan penjual lokal untuk dapat mencantumkan semua produk mereka secara otomatis ke pasar online. Halaman website yang dijalankan oleh sistem Pointy dioptimalkan untuk mesin pencari sehingga ketika konsumen mencari produk, mereka mendapatkan hasil pencarian yang sesuai dari toko lokal di sekitar mereka.
 
"Hal ini dapat menjadi pemecahan masalah praktis dan kami telah melihat penyerapan yang cukup baik dari berbagai penjual," kata Mark.
 
Menyediakan Personalisasi Khusus Sesuai Skala
 
Panelis Kyle Price, direktur pengembangan bisnis dari eBay, EMEA, mengatakan bahwa bukan karena konsumen yang senantiasa berubah, tetapi cara mereka ditangani telah berubah secara besar-besaran, terutama dalam hal personalisasi. Saat ini, tidaklah cukup hanya dengan menempatkan nama pelanggan di bagian baris dari subjek email, atau menggunakan data untuk menyajikan konten khusus yang berlaku bagi pembelian atau riwayat penjelajahan mereka. 
 
“Personalisasi pesanan dalam skala besar merupakan tantangan terbesar berikutnya di luar sana,” kata Kyle, yang juga menyebutkan pengiriman gratis sebagai contoh. “Jika konsumen Anda berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan barang yang dikirim secara gratis dan mendapatkannya lebih cepat, mereka akan lebih menyukainya.
 
Tetapi, di sisi lain, masih banyak konsumen yang juga rela melakukan trade-off dan menunggu dua minggu untuk mendapatkan produk tertentu. Mereka ingin agar Anda dan penjual lainnya dapat mengetahui apa yang mereka inginkan dan hanya memberi mereka opsi yang tepat untuk produk yang mereka inginkan tersebut.”
 
Ekspansi Internasional
 
Pada salah satu laporan DHL, disebutkan bahwa e-commerce yang berskala internasional merupakan salah satu peluang pertumbuhan tercepat dalam bidang penjualan yang diprediksi akan meningkat rata-rata 25 persen per tahun antara 2015 dan 2020. Hal tersebut dua kali lebih besar dari laju pertumbuhan e-commerce secara domestik. Tetapi Shauna Moran, manajer kemitraan Shopify, EMEA, mengatakan bahwa penting bagi bisnis kecil untuk melakukan penelitian mereka terlebih dahulu sebelum terjun dalam kumpulan peluang yang disajikan oleh e-commerce berskala internasional.
 
“Ketika Anda memasuki pasar baru, Anda perlu mempertimbangkan mata uang, cara konsumen membeli, cara mereka berbelanja, apa yang berlaku di pasar mereka, biaya pengiriman, dan sebagainya” katanya. “Lakukan riset, cari tahu pasar apa yang ingin Anda fokuskan dan bangun perlahan mulai dari hal tersebut.”
 
Pikirkan juga bahasa yang digunakan pasar pilihan Anda. Entah seberapa hebatnya tim Anda, konsumen tidak akan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan jika agen Anda tidak dapat berkomunikasi dengan mereka.
 
Kurangnya Waktu & Fokus 
 
“Jika Anda contohnya memiliki toko sepeda, toko serba ada atau apotik, e-commerce merupakan saluran yang sangat kecil untuk Anda. Mungkin hanya menyumbang beberapa persen dari penjualan Anda,” kata Mark, dan ia menambahkan bahwa, “Anda tidak dapat keluar dan menghabiskan banyak uang untuk sebuah solusi dan bahkan jika Anda dapat membeli solusi tersebut, Anda mungkin tidak dapat meluangkan waktu penuh untuk melakukan, mempertahankan atau bahkan hanya mempelajari tentang bagaimana keseluruhan hal tersebut dapat beroperasi.”
 
Di bagian inilah  Shopify dan Pointy sebagai contoh, dapat masuk dan berperan.
 
“Shopify senantiasa berbicara tentang mendemokratisasi kewirausahaan dan, pada saat yang sama, menghadirkan teknologi yang  menarik untuk semua jenis bisnis yang berbeda,” kata Shauna tentang platform e-commerce berbasis cloud. “Shopify banyak bereksperimen dengan [AR dan VR] dan mencari serta membangun alat untuk mitra dan online sellers sehingga mereka dapat memanfaatkan semua teknologi yang muncul  dalam toko dan bisnis mereka sendiri, terlepas dari ukurannya.”
 
Dan hal tersebut bukanlah satu-satunya cara Shopify menyederhanakan e-commerce untuk bisnis  yang berskala kecil. Platform yang terintegrasi dengan Amazon dan eBay ini juga memungkinkan pengguna yang menjual dalam bentuk mata uang USD untuk lebih mudah dalam mencantumkan item mereka di kedua website sehingga dapat memperluas jangkauan mereka.
 
Pengembalian Produk
 
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Brightpearl, hampir setengah dari penjual telah melihat peningkatan dari adanya "pengembalian  produk yang disengaja" (contohnya konsumen yang memesan berbagai ukuran produk karena pengembaliannya gratis atau murah) selama beberapa tahun terakhir.
 
Hal ini telah mendorong beberapa toko, termasuk Victoria’s Secret, Best Buy, dan Sephora untuk membatasi jumlah barang yang dapat dikembalikan oleh konsumen. Tetapi dengan begitu banyak persaingan dalam dunia e-commerce saat ini, Anda sebagai penjual online harus dapat menyesuaikan hal ini lebih dalam lagi. 
 
“Kami menawarkan kebijakan pengembalian selama 100 hari karena kami memahami bahwa salah satu tantangan dalam dunia e-commerce adalah dengan banyaknya pilihan dan ragam produk secara online, yang dapat membuat konsumen kewalahan,” kata Aimee O’Beirne, pustakawan data dari Zalando.
 
Selain itu, pada beberapa produk, ukuran juga dapat masalah, tambahnya. Sebagai contoh ukuran 40 di Prancis merupakan ukuran 44 di Italia dan ukuran 10 di Inggris, hal ini tentunya merupakan masalah yang perlu diperhatikan oleh kami para sellers.
 
 
Berikut beberapa pemahaman tentang  beberapa tantangan dalam menjalankan bisnis berbasis e-commerce dan cara menghadapinya yang dapat Anda gunakan dalam mengelola dan mengoptimalkan bisnis online Anda di marketplace saat ini. Jika Anda merasa bisnis atau perusahaan Anda membutuhkan tenaga ahli untuk membantu bisnis Anda, maka ini adalah saatnya untuk mempertimbangkan jasa dari perusahaan e-commerce enabler seperti Jet Commerce.

Jet Commerce merupakan salah satu penyedia e-commerce solution Indonesia yang bergerak pada sektor B2B dan B2C di Jakarta, Indonesia. Sebagai perusahaan e-commerce enabler terpercaya se-Asia Tenggara, kami menawarkan solusi komprehensif & terintegrasi untuk mendukung pemasaran Brand di ranah e-commerce. Layanan enabler kami meliputi official store management, digital marketing, design & creative, customer relationship management, hingga pemenuhan order oleh fulfillment center.
 
Selain itu kami juga memiliki layanan sistem omni-channel mutakhir (UPFOS) yang dapat mendukung pengelolaan proses bisnis e-commerce Anda seperti: mengelola multi saluran penjualan, pengaturan persediaan & inventaris, pengaturan multi promosi & banyak fungsi lainnya. Bemberikan Anda pengalaman manajemen e-commerce yang mudah, serta lengkap dalam satu dasbor yang sama. Berbisnis di banyak marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, BukaLapak, JD.ID, Blibli, dan lainnya bukanlah lagi sebuah masalah.
 
 
 
Reference : eDesk

CONTACT US

Let's Work Together

Have cool projects to work on ?

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.

Image
TELEPON
INDONESIA
+62813 8251 8448
Image
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm
icon
icon
Free Consultation
icon