Image

QUICK CONTACT













Image

Omnichannel vs Multichannel UX - Guidelines & Examples

06 May 2021 by Billy Gani
Sejak sepuluh tahun lalu, pengguna senantiasa berinteraksi dengn setiap brand secara langsung, baik melalui email ataupun telepon. Tapi, jarang sekali dari mereka yang berinteraksi langsung dengan dua atau lebih saluran sekaligus untuk menyelesaikan keperluan mereka. Dan saat ini, pengguna dapat berinteraksi dengan berbagai varian organisasi atau perangkat dan senantiasa terkoneksi dalam berbagai saluran untuk menyelesaikan aktivitas dan keperluan mereka.
 
Jadi, bagaimana Anda dapat merancang desain yang dapat membuat pengguna menyelesaikan apapun pekerjaan mereka, dimana dan kapan saja? Disinilah omnichannel berperan. UX monichannel tidak hanya membiarkan pengguna untuk lebih berkoneksi dengan brand Anda melalui beberapa saluran secara langsung, tetapi juga membuat mereka lebih mudah untuk bertindak akan sebuah produk maupun layanan yang mereka butuhkan dan membuat setiap interaksinya terasa intuitif dan mudah.
 
Artikel berikut ini membahas tentang apa itu omni channel UX, mengapa brand Anda memerlukannya dan bagaimana Anda dapat merancang pengalaman omnichannel yang membuat pengguna menjadi pusat dari desain Anda.
 
Apa Sebenarnya Yang Dimaksud Dengan UX Untuk Omnichannel?
 
Omnichannel UX merupakan jalan untuk memastikan pengguna dalam mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam setiap aplikasi atau saluran yang dimiliki dari website ataupun aplikasi yang Anda miliki. Hal ini merupakan konsep yang memang menantang ketika diterapkan pertama kalinya karena terbentang jauh melampaui dunia dari desain UX dan juga pemasaran. Ide dalam hal ini adalah tentang bagaimana pengguna modern berpindah dari satu saluran ke saluran lainnya, atau lebih sederhananya lagi, melakukan transaksi pembelian.

 
Coba kita pikirkan - Banyak orang yang senantiasa mencari berbagai hal dalam perangkat seluler mereka, hanya untuk membuat pembelian dari website resmi. Dan pendekatan omnichannel dapat memberikan kedua pengalaman tersebut secara bersamaan.
 
Tetapi, bagaimana kita dapat meraih hal tersebut? Website reguler biasanya memiliki pengalaman yang berbeda dengan apa yang diberikan oleh perangkat seluler. Ketika hal tersebut masih senantiasa diperdebatkan, Anda tentunya ingin memastikan bahwa kedu pengalaman yang Anda berikan memiliki standar yang sama dan memperbolehkan pengguna untuk berpindah dari satu saluran ke saluran lainnya dengan mudah. Hal ini berbicara tentang bagaimana Anda menerima perbedaan dari setiap saluran, beradaptasi dengan perbedaannya dan tetap menjadi jiwa dari desain yang terkait di dalamnya.
 
 
Cara pendekatan desain dari omnichannel ini dekat dan terhubung dengan setiap aspek bisnis dari UX, yang menjadi keseluruhan ide dari pemasaran. Berikut beberapa kunci konsep yang dapat Anda pertimbangkan ketika ingin menggunakan pendekatan omnichannel:
 
  • Perjalanan Pengguna - Sama seperti kita menganalisis perjalanan pengguna, begitu pula jalannya pemasaran dengan klien. Dimulai dengan kesadaran yang nantinya berevolusi menjadi pembelian yang sebenarnya. Anda ingin pengguna dapat melompat di antara setiap saluran kapan saja dalam perjalanan mereka.

  • Corong Penjualan -  Ketika menjalankan omnichannel untuk UX, pikirkan perpindahan dan gesekan  yang dirasakan pengguna saat beralih dari tiap saluran sebagai kebocoran dalam corong penjualan. Semakin banyak kebocoran, maka semakin sedikit penjualan yang dihasilkan.

  • Saluran penjualan -  Dalam desain UX, Anda mungkin khawatir tentang perangkat dan versi sistem yang dimiliki pengguna dan ada lebih banyak saluran dalam bisnis secara keseluruhan. Pikirkan toko fisik, katalog tertulis, email, media sosial, dan sebagainya dalam hal ini.

Multichannel UX - Apa Saja Hal Yang Berubah?
 


 
Sebelum omnichannel  menjadi topik besar, perhatian publik senantiasa terarah pada konsep dari pemasaran dengan berbagai saluran (multichannel marketing). Hal ini menjadi hal yang diperhatikan bagi setiap perusahaan besar ketika pelanggan mereka mulai mendiversifikasi saluran yang digunakan untuk berinteraksi dengan brand mereka. Dan juga, mereka tidak lagi hanya menggunakan TV, dan telepon - tetapi berbagai perangkat, yang juga membawa berbagai sistem operasi masing-masing untuk diperhitungkan.
 
Disinilah bagian pemasaran menyadari bahwa sudah waktunya untuk brand Anda beradaptasi atau Anda hanya akan tertinggal. Pendekatan multichannel ini senantiasa ada, tidak peduli apa saluran yang Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk memberikan pesan yang sama pada semua saluran, yang memiliki kesamaan dengan proyek Omnichannel. Dengan itu, hal ini memiliki satu perbedaan besar dari pendekatan Omnichannel.
 
Dengan metode multichannel asli, tim tidak bergerak untuk memungkinkan perubahan cepat antar saluran - karena tidak terlalu diperlukan. Setiap saluran cukup berdiri sendiri.
 
Bagaimana dengan saluran yang bersilangan (cross-channel)? Hal ini menyiratkan bahwa pengalaman dapat bercampur antar saluran, hingga batas tertentu. Contoh yang tepat dari hal ini adalah "klik dan kumpulkan" seperti dalam pembelian, dimana penjualan terjadi secara online dan barang dapat diambil pada toko fisik.
 
Dengan waktu yang senantiasa berlalu, setiap brand berjalan dengan menggunakan berbagai saluran untuk benar-benar mengaburkan garis-garis antara setiap saluran dan perangkat. Perlahan, gagasan tersebut berubah dengan hanya menawarkan pesan yang sama untuk membuat loop dalam pengalaman berbelanja pengguna, terlepas dari setiap salurannya. Itulah dimana pendekatan Omnichannel lahir.
 
Beberapa Contoh Pengaplikasian Omnichannel UX
 
Omnichannel UX Sephora
 

 
Pengguna Sephora dapat mengakses keranjang belanja dari produk kecantikan Sephora baik melalui perangkat seluler dan desktop. Hal ini termasuk semua data yang diperlukan untuk menginformasikan penelusuran dan pembelian, seperti daftar favorit, pembelian masa lalu, dan berapa banyak poin hadiah yang pengguna miliki.
 
Sifat lain yang menarik dari strategi Omnichannel Sephora adalah pemberian tablet dan perangkat kepada karyawan dengan fitur "lorong tak berujung". Ini berarti bahwa karyawan dapat membantu pembeli memesan apa pun dari katalog mereka, terlepas dari apakah barang tersebut tersedia atau tidak.
 
Pengguna juga dapat memindai produk pada toko mereka dapat melihat opsi lain yang tersedia secara online dengan menonton video tutorial, dan untuk menemukan toko terdekat mereka. Hal ini mengikat pengalaman belanja fisik dari Sephora pada konten digital mereka, meningkatkan keseluruhan pengalaman dan menceritakan kisah bermakna ketika berbicara tentang setiap produk yang dimiliki.
 
Starbucks
 
Starbucks menjadi contoh yang tepat dari produk fisik yang dapat memperoleh manfaat dari pengalaman pelanggan omnichannel. Bekerja sama dengan Microsoft, bisnis raksasa dalam sektor kopi ini mempertaruhkan banyak uang mereka akan masa depan yang berbasis digital. Dan beberapa tahun kedepan setelahnya, pengguna Starbucks kini dapat memesan melalui aplikasi saat mereka mendekati toko dan melacak detail dari pesanan mereka.
 

 
Selain beberapa fitur diatas seperti membeli produk menggunakan aplikasi atau menemukan toko terdekat, Starbucks memiliki rencana besar untuk pencapaiannya di masa depan. “Kami bertemu dengan pelanggan kami di mana mereka berada - baik di dalam toko, di mobil mereka atau saat dalam perjalanan melalui aplikasi dengan menggunakan pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan untuk memahami dan mengantisipasi preferensi pribadi mereka,” kata Jon Francis, Wakil Presiden senior dari Starbucks.
 
ASOS
 
ASOS telah membuat gelombang besar dalam sektor penjual secara digital. ASOS online memahami bahwa pasar utamanya, anak muda berusia 20-an, lebih memilih perangkat seluler untuk berbelanja. Setelah membuat aplikasi seluler yang berkualitas dan kuat yang terintegrasi secara  mudah dengan website mereka, ASOS menikmati sebanyak 58% hasil dari semua penjualan yang dilakukan melalui aplikasi seluler.
 

 
Pembeli dapat beralih dari website pada aplikasi perangkat tanpa usaha sedikitpun, dengan semua informasi disimpan di setiap kesempatan. Selain itu, ASOS menginvestasikan banyak upaya untuk membuat konten dalam media sosial, blog, dan majalahnya - yang semuanya terpromosikan dan terhubung langsung terhadap produk mereka. Saat ini, berbelanja di ASOS terasa persis sama, baik jika dilakukan melalui komputer atau perangkat seluler - menjadikannya pengalaman pengguna yang benar-benar mulus.
 
 
Berikut adalah beberapa informasi dan pemahaman tentang Omnichannel dan Multichannel UX. Jika Anda masih memerlukan bantuan dalam pengoptimalannya, kami dapat membantu.
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di Jakarta. Atau jika anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dengan cepat serta harga terjangkau tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan atau bisnis anda.
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk membantu anda dalam bidang SEO digital marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan SEO digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
Reference: JustInMind

CONTACT US

Let's Work Together

Have cool projects to work on ?

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.

Image
TELEPON
INDONESIA
+62813 8251 8448
Image
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm
icon
icon
Free Consultation
icon