Image

QUICK CONTACT













Image

Common UX Annoyances & Misconceptions In Mobile E-Commerce

24 Mar 2021 by Billy Gani
Sudah lebih dari satu dekade Anda tentunya menjelajah menggunakan perangkat seluler. Lewatlah sudah hari-hari dimana kita menjelajahi internet melalui perangkat dengan terburu-buru, menggunakannya untuk menghabiskan waktu sambil menunggu (atau naik) bus atau untuk memeriksa perkiraan cuaca setiap harinya. Selama beberapa tahun terakhir, perangkat seluler kita sudah menjadi saingan sengit dari perangkat desktop yang kita miliki, dan perlahan serta pasti perangkat seluler akan mengambil alih.
Pada tahun 2018, penjualan melalui perangkat seluler menyumbang hampir 40% dari seluruh penjualan pada ritel e-commerce di Amerika, dan perkiraannya, hal ini akan melampaui 50% pada tahun 2021. 
 
Dengan begitu banyak penjualan ritel yang terjadi untuk perangkat seluler, cukup jelas bahwa tim pengembangan e-commerce senantiasa perlu memberikan banyak fokus pada pengalaman pengguna dari perangkat seluler, terutama dengan mempertimbangkan batasannya pada perangkat desktop (seperti ukuran layar, layar sentuh, interupsi, dan sebagainya) sementara semua toko online menjadi semakin kompleks dari waktu ke waktu.
 
Meskipun website yang responsif sudah ada selama lebih dari satu dekade, masih cukup umum bagi Anda untuk mengalami masalah tampilan antarmuka pada perangkat seluler yang berakhir dengan pengabaian. Dari beberapa pengalaman dapat ditemukan bahwa bukan berarti Anda sebagai pemilik toko kurang peduli akan hal tersebut malah justru sebaliknya. Sebagian besar dari Anda tentunya mencoba menempatkan diri pada posisi pelanggan - sembari mendapatkan ide dan meminta perubahan desain - melihat monitor besar mereka - saat  bekerja dengan menggunakan perangkat desktop.
 
Anda melihat polanya?
 
Itulah mengapa Anda selalu harus menyiratkan pentingnya pendekatan yang mengutamakan perangkat saat merencanakan strategi dan pendekatan desain, dan mengapa Anda perlu untuk selalu meminta klien untuk memeriksa prototipe antarmuka pada perangkat seluler mereka bukan melalui di desktop.
 
Monitor yang berukuran lebih besar dapat memuat banyak konten, tetapi merancang desain untuk perangkat seluler dari perspektif yang mengutamakan desktop merupakan tantangan jika Anda mencoba mempersempit pengalaman desktop yang kaya akan fitur menjadi pengalaman perangkat seluler yang bertumpuk, sambil mencoba menghindari halaman yang sangat panjang untuk ditampilkan.
 
Hal ini membawa kita pada mitos UX yang populer:
 
Pengguna Tidak Menggulirkan Halaman
 
Ya, hal ini benar - untuk halaman konten yang panjang seperti artikel, tutorial, dan sebagainya. Tetapi banyak pemetaan dari berbagai toko online berbasis website yang menceritakan kisah yang berbeda - Anda tidak dapat secara langsung menerapkan aturan yang sama pada website berbasis  e-commerce.
 
Jangan salah paham - pengguna memang menggulir halaman saat berbelanja, tetapi tidak sebanyak yang mungkin kita pikirkan. Kurang dari 50% pengunjung pergi setelah menggulirkan halaman sebanyak dua kali. Kenapa? 
 
Karena mereka hanya akan menggulirkan halaman produk jika mereka memiliki alasan kuat untuk melakukannya (misalnya untuk membaca artikel blog).
 
Inilah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memulai dari pendekatan yang mengutamakan perangkat seluler dan memprioritaskan konten di dalamnya. Pada saat yang sama, rencanakan dengan benar, untuk menjaga konten dengan prioritas tinggi agar lebih dekat ke bagian atas halaman. Berencanalah untuk mendorong pengguliran halaman jika dibandingkan dengan menggunakan halaman palsu (seperti menggunakan margin yang terlalu besar di antara setiap bagian konten.
 
Sementara tentang masalah mitos, ada perselisihan signifikan yang terjadi selama bertahun-tahun:
 
Penggunaan Hamburger Menu
 
Hal ini diibaratkan seperti "UX yang buruk dan lebih baik Anda tidak menggunakannya.” Tetapi, masih banyak yang menggunakannya. Dari sudut pandang e-commerce, sulit untuk menemukan cara alternatif dalam menutupi daftar kategori tanpa mengacaukan tampilan antarmuka sehingga memungkinkan akses kategori langsung sembari memiliki satu elemen pada seluruh website untuk bertindak sebagai navigasi. Kedengarannya rumit tetapi sebenarnya tidak.
 
Ikon tersebut sendiri dapat dikenali dan diterima dengan baik di antara pengguna, jadi kami tidak dapat mengatakan bahwa hal tersebut tidak dapat ditemukan. Hanya dengan melihat pemetaan mana pun, jelaslah bahwa, di samping penelusuran, hal ini menjadi elemen yang paling sering digunakan. Jika Anda memiliki sekumpulan kategori terbatas, Anda memiliki beberapa opsi. Namun, jika kategorisasi Anda luas (dan sebagian besar), kemungkinan Anda tidak dapat menemukan alternatif yang lebih baik untuk menutupi posisi Anda pada navigasi utama. Tetapi hal ini tidak berarti Anda tidak dapat melakukan beberapa trik tambahan untuk menghindari pengandalan hal ini saja.
 
Contoh yang sangat baik dapat ditemukan pada website Shop4Runners. Mengapa perlu menelusuri navigasi utama lagi setiap kali pengguna hanya ingin beralih pada sub kategori tertentu?
 

 
Beberapa tes terbaru menunjukkan website e-commerce mendapatkan peningkatan konversi hanya dengan menambahkan jenis tautan navigasi ini.
 
Berbicara tentang keterbatasan, layar sentuh memiliki salah satu hal signifikan:
 
Jari Yang Senantiasa Bergerak
 
Beberapa waktu yang lalu, ketika pertama kali “perangkat dengan layar sentuh” muncul, Anda dapat menggunakan stylus untuk berinteraksi dengan layar sentuh. Namun, seiring kemajuan teknologi, muncullah layar yang mengenali sentuhan jari yang membuat Anda menghadapi beberapa masalah - seperti jari yang agak tebal yang memiliki kekurangan untuk akurasinya.
 
Target sentuh dengan ukuran yang memadai sangat penting untuk menggunakan antarmuka dengan layar sentuh. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Parhi, Karlson, dan Bederson, agar pengguna dapat memilih target sentuh dengan cepat dan akurat, ukuran minimumnya harus berkisar antara 1cm × 1cm. Studi sebelumnya dari MIT Touch Lab menemukan bahwa lebar ujung jari rata-rata setiap manusia adalah 1,6– 2 cm (0,6–0,8 inci). Area benturan ibu jari biasanya bahkan lebih besar - rata-rata lebarnya 2,5 cm (1 inci).
 
Saat target sentuh berukuran kecil, pengguna membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengetuknya (Fitts Law) dan meningkatkan kemungkinan untuk tidak sengaja mengetuk target yang salah jika ditempatkan terlalu dekat dengan target yang diinginkan. Hal ini cukup banyak yang terjadi pada sistem penomoran halaman produk. Sekalipun kesalahan ini dapat dihindari, hanya dengan memperhatikan bahwa suatu elemen tampaknya bermasalah untuk dipilih dapat menciptakan persepsi bahwa antarmuka sulit digunakan.
 
Sementara kita membahas subjek elemen dalam layar sentuh, ada perdebatan yang terus berkembang tentang:
 
Carousels
 
Carousel pada perangkat seluler memiliki peran penting - mereka memasukkan banyak konten ke dalam area kecil, yang tepat karena ukuran layar kecil sejak awal, tetapi harganya cukup mahal. Penggunaannya sering dipengaruhi oleh:
 
  • Rendahnya Kemudahan Untuk Ditemukan - Sangat mudah untuk melewatkan hal yang berupa tab geser. Isyarat seperti lingkaran halus, kotak, persegi panjang, dan sebagainya. Biasanya hal ini kurang cukup dipahami pengguna. Pengguna akan berharap untuk melihat lebih banyak gambar produk pada layar, tetapi tidak ada - Ternyata karena mereka melewatkan isyarat lingkaran.

  • Tidak Merespon Gerakan Geser (Swipe) - Beberapa slider tidak bereaksi dengan tindakan penggeseran yang dilakukan pengguna dan mengharuskan mereka menggunakan tanda panah. Jadi ketika berpikir untuk menggunakan slider, berhati-hatilah dalam menempatkan terlalu banyak konten dan gunakan isyarat yang kuat dan pola navigasi yang memadai untuk menghindari ambiguitas.

  • Akses Yang Berurutan - Carousel juga cukup tidak efisien karena mengharuskan pengguna untuk bergulir dari slide pertama ke slide terakhir, tanpa akses secara langsung. Hal ini menjadi masalah jika ada lebih dari 3-4 item pada tab geser. Dan juga, kebanyakan orang berhenti menelusuri halaman setelah mencapai angka ini.


Berikut adalah beberapa gangguan dan miskonsepsi yang dapat Anda hindari dalam memberikan UX yang tepat untuk toko berbasis e-commerce melalui aplikasi perangkat seluler. Jika Anda masih membutuhkan bantuan dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi perangkat yang sesuai dan diperlukan untuk bisnis Anda dengan harga yang bersaing dan juga kualitas yang tidak diragukan, Eannovate hadir untuk Anda.
 
Eannovate hadir dengan memberikan layanan terbaik untuk Mobile App Development di Jakarta, termasuk jasa Konsultasi Produk, Project Management, UI / UX Design, Development, Testing, Deployment (ke server App Store / PlayStore atas nama perusahaan klien), Source-Code, serta FREE Maintenance selama 3 bulan. Kami menjamin bahwa aplikasi Anda akan dibangun sesuai dengan kebutuhan usaha Anda dan menyediakan penanganan jika terjadi masalah pada aplikasi Anda.
 
Selain itu, kami juga memiliki layanan SEO Digital Marketing di Jakarta lengkap dengan copywriter yang kreatif dan berpengalaman dari tim kami untuk membuat konten asli dan berkualitas untuk mendukung aktivitas online dari bisnis Anda. Buatlah perusahaan Anda lebih dikenal oleh target audiens dengan menyerahkan layanan jasa Mobile App Development di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda sedang mencari portal berita yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru serta terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, Alterspace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
 
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore),
 
Whatsapp : +62813-8251-8448
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
 
Reference: Inchoo

AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm