Image

QUICK CONTACT













Image

The Traffic Lights Of UX: Staying Smart With Color

19 Mar 2021 by Billy Gani
Bukanlah menjadi rahasia lagi bahwa teori warna memainkan peranan penting dalam pengalaman pengguna. Mulai dari menggarisbawahi CTA hingga untuk memastikan agar teks Anda terbaca, setiap warna yang Anda pilih dan konteks yang Anda pilih senantiasa penting untuk dipertimbangkan. Jika digunakan dengan tepat, warna dapat meningkatkan reaksi spesifik dari pengguna dan memastikan bahwa pengalaman mereka dengan produk Anda berjalan sepositif mungkin.
 
Mungkin warna yang paling penting dan sering digunakan adalah merah, oranye, dan hijau - lampu merah dalam UX. Hal ini bukan karena ketiganya merupakan warna yang paling tepat untuk digunakan dalam skema umum, tetapi karena ketiga warna tersebut senantiasa dapat ditindaklanjuti. Coba Anda pikirkan, kapan terakhir Anda melihat tombol berwarna biru dan berpikir bahwa Anda harus menekannya? Atau mungkin tombol berwarna coklat yang secara langsung membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat menekan tombol tersebut?

Tentu sangat kecil kemungkinannya. Hal ini dikarenakan warna merah, oranye, dan hijau merupakan warna yang paling umum digunakan dan masuk secara tidak sadar ke alam bawah sadar kita dengan konotasi yang sudah ada.
 
Hubspot pernah merilis riset yang berbicara tentang bagaimana mengubah warna CTa dapat meningkatkan tingkat klik sebanyak 21%. Audiens mereka bereaksi langsung terhadap perubahan warna dan menyebabkan manfaat besar hanya pada beberapa hari perubahan diterapkan terhadap traffic. Sekarang, Anda dapat menggunakan warna yang bermanfaat ini untuk membuat elemen tertentu lebih menonjol dari sekitarnya. 
 
Tetapi, UX sendiri merupakan hal yang lebih dari sekedar memproduksi tombol yang menarik perhatian. Anda perlu memproduksi pengalaman yang terbaik untuk pengguna dari awal hingga akhir, termasuk segala proses logis hingga frekuensi dan nilai yang dapat mereka terima atau bahkan emosi mereka saat melakukan keseluruhan proses.
 
Warna merupakan elemen yang senantiasa berubah, dan tentunya sekarang Anda juga paham bahwa Anda tidak dapat menggunakan tombol dengan warna yang lama dan mendapatkan dampak yang lebih baik. Jika Anda ingin menggarisbawahi rute terbaik untuk Anda dan pengguna, Anda perlu mengetahui tentang apa yang Anda informasikan dengan warna hijau, dibandingkan dengan menggunakan warna merah.
 
Apa Yang Kita Sudah Ketahui - Konteks Warna
 
Untuk mengetahui cara yang tepat untuk menggunakan warna, Anda perlu memahami tentang mayoritas pengguna Anda dan apa yang mereka gunakan dan asosiasikan. Mari kita bahas tentang tiga warna umum atau lampu lalu lintas dari UX ini.
 
Warna Merah  - Peringatan & Kepentingan
 
Biasanya, warna merah akan secara otomatis dikaitkan dengan peringatan atau sesuatu yang sangat penting untuk dilihat. Meskipun alasannya senantiasa bervariasi tergantung pada siapa yang Anda tanyakan, ada beberapa contoh yang dapat Anda temukan jika Anda melihat sedikit lebih dekat pada aplikasi sehari-hari dan bahkan game yang Anda mainkan.
 
Contohnya, lihat tombol "Tutup" di pojok kanan atas browser Anda (kiri atas untuk perangkat berbasis iOS) sekarang. Arahkan mouse Anda ke atasnya. Akan terlihat warna tombol merah, bukan? Hal ini dibuat karena Anda sedang diperingatkan tentang keputusan Anda, dan terdorong untuk berpikir dua kali sebelum keluar dari tab atau halaman yang Anda sedang telusuri.
 
Contoh lain yang dapat Anda lihat adalah ketika pengguna senantiasa mengasosiasikan warna merah ketika mereka melihat sebuah peringatan (atau setidaknya, warna merah kurang diminati) atau pesan kegagalan. Sementara beberapa dari pengguna memanfaatkan tanda peringatan kuning (sekali lagi, ada sedikit kelonggaran), sebagian besar pemberitahuan kesalahan disertai dengan simbol merah besar untuk menuntun pengguna yang tidak ingin opsi atau warna ini muncul.
 
Konotasi warna yang sudah Anda tidak berhenti hanya pada aplikasi, website atau bahwa operasi sistem. Kultur yang mempengaruhi pengalaman pengguna Anda dengan warna senantiasa terbentang luas dalam setiap sektor kehidupan mereka. Ambillah contoh dari video game. Kehadirannya berfokus untuk mencapai tujuan yang sama dengan aplikasi dan website dalam segi UX. Mereka perlu membuat agar pemain (pengguna) terus kembali melalui serangkaian proses visual yang menarik. Dan akhirnya, mereka perlu berkomunikasi pada pengguna ketika mengambil asumsi tertentu dari akun mereka. Warna digunakan untuk menciptakan mood tertentu dan menggarisbawahi proses penting dari pengguna.
 
Sebagai hasilnya, warna merah menjadi salah satu pilihan paling umum yang diasosiasikan dengan bahaya, atau sangat penting. Contohnya dalam game Legend of Zelda. Elemen yang paling penting untuk pemain (health bar) mereka ditampilkan dengan bentuk hati merah menyala di bagian kiri atas layar. 
 
Warna Oranye - Peringatan Sementara
 
Oranye biasanya digunakan untuk hal-hal yang memerlukan perhatian langsung pengguna, atau menunjukkan masa tunggu. Meskipun hal ini sedikit tumpang tindih dengan penggunaan warna merah, warna oranye lebih bersifat transien. 
Pada dasarnya, warna oranye memiliki dua asosiasi yang ada dan perlu Anda ketahui saat menyusun UX Anda -  saat berbicara tentang instruksi langsung yang harus dilakukan, dan saat harus menunggu. Hal ini dapat dilihat pada contoh perubahan yang belum disimpan dalam aplikasi Process Street di bawah ini:
 

 
atau status "menunggu keputusan" pada Inbox.
 
Anda masih belum yakin? Cobalah melihat judul artikel ini lagi - lampu lalu lintas. Ketiga warna ini mudah diterima begitu saja, tetapi setiap harinya lampu dengan tiga warna ini memperkuat gagasan bahwa oranye senantiasa mengharuskan orang untuk menunggu, atau setidaknya bersiap untuk perubahan.
 
Demikian pula, indikator kendaraan menggunakan lampu oranye yang berkedip untuk memberitahu seluruh orang yang melihat kendaraan tersebut dan ke arah mana pengemudi akan berbelok -  peringatan langsung, tetapi bersifat sementara. Beginilah persepsi pengguna terhadap warna oranye selama beberapa pengalaman pertama mereka dengan produk Anda - jika terlalu banyak digunakan mereka akan kewalahan dengan apa yang seharusnya menjadi instruksi yang harus segera mereka ikuti. 
 
Warna Hijau - Kesuksesan & Dukungan
 
Warna hijau senantiasa melambangkan aura positif, memacu Anda melalui proses pembelajaran dan mendorong Anda di setiap langkah (setidaknya, dalam istilah UX). Biasanya, warna terlihat menandakan tindakan yang telah selesai, tugas yang telah disimpan atau elemen yang benar - berujung dengan tindakan akhir yang positif, jika Anda ingin.
 
Dengan demikian, Anda akan cenderung melihat banyak CTA memanfaatkan warna hijau untuk mencoba dan mendorong pengguna melalui proses tertentu. Misalnya, homepage Slack di bawah meminta pengguna untuk mendaftar dan "membuat kelompok baru" dengan tombol hijau -  meskipun hal ini memang masih menjadi spekulasi.
 

 
Warna lebih dipilih jika dibandingkan dengan merah karena nada yang berulang-ulang dari Slack pada setiap sudut pemasarannya. Mereka merupakan perusahaan dengan tone yang casual, informal, positif, dan tombol CTA merah akan bertabrakan karena konteks otomatis dari warna tersebut dengan bahaya atau peringatan.
 
 
 
 
Berikut adalah beberapa pemahaman yang lebih dalam tentang lampu merah dari UX yang terdiri dari warna merah, oranye, dan juga hijau. Jika Anda masih membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut tentang dunia UI / UX untuk website ataupun aplikasi, kami dapat membantu.
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di Jakarta. Atau jika anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dengan cepat serta harga terjangkau tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan atau bisnis anda.
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk membantu anda dalam bidang SEO digital marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan SEO digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
Reference: Usability Geek

CONTACT US

Let's Work Together

Have cool projects to work on ?

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.

Image
TELEPON
INDONESIA
+62813 8251 8448
Image
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm
icon
icon
Free Consultation
icon