Image

QUICK CONTACT













Image

How To Design For Large Screens

27 Jan 2021 by Billy Gani
Dengan meningkatnya aplikasi perpesanan dan penyebaran foto seperti Snapchat dan Instagram, perangkat seluler dengan layar yang lebih besar senantiasa membludak saat ini. Dan dengan adanya iPhone 12 Pro & Samsung S21 Ultra yang baru saja dirilis belakangan ini, Anda tentunya semakin dapat menyadari kehadiran dari tampilan ruang layar yang semakin besar. 
 
Jadi, mengapa para desainer aplikasi perangkat harus memperhatikan hal ini? Hal ini membuat Anda para desainer aplikasi perangkat untuk senantiasa terbiasa dalam bekerja dan merancang desain yang sesuai dengan dimensi yang lebih besar. Ketika merancang desain untuk layar yang besar, Anda perlu memikirkan ulang tentang bagaimana pengguna berpindah dari setiap bagian layar tersebut.  Konten, navigasi, dan setiap gestur di dalamnya tentunya berubah.
 
Mungkin hal ini menantang untuk Anda, tetapi tidak usah khawatir. Berikut ini kami berikan beberapa cara untuk Anda dalam mengoptimalkan aplikasi dengan resolusi layar yang lebih luas tanpa mempengaruhi pengalaman pengguna yang ingin Anda berikan. 
 
Bagaimana Layar Yang Lebih Luas Mempengaruhi Pengalaman Pengguna
 
Di saat perangkat seluler terdahulu memiliki rata-rata area layar setinggi 3.5 inch, layar perangkat seluler yang lebih besar dapat mencapai 6.9 inch, hampir dua kali lipatnya. Contohnya Samsung Galaxy 9 Plus memiliki layar sebesar 6.2 inch jika dibandingkan dengan Samsung 9 yang tidak jauh berada pada 5.8 inch.
 
Ya, setiap layar senantiasa menjadi lebih besar. Tetapi, bukan berarti tangan kita juga. Salah satu tantangan terbesar untuk Anda para desainer aplikasi perangkat adalah untuk merancang desain aplikasi yang tidak hanya nyaman digunakan dengan layar besar tetapi juga mudah untuk diakses.
 
Jadi, bagaimana cara Anda menciptakan aplikasi yang berfungsi secara efektif dengan ukuran layar sebesar tablet tetapi juga menyajikan pengalaman yang positif untuk para pemegang perangkat beresolusi lebih kecil? Desainer UI dari perangkat seluler yang berharap dapat menciptakan pengalaman pengguna seluler yang menyenangkan perlu berfokus pada rancangan layar besar yang mudah bagi ibu jari.
 
Memperhatikan "Zona Ibu Jari"
 
Istilah "zona ibu jari", yang diciptakan oleh Steven Hoober, yang menjadi salah satu faktor penting bagi siapa pun yang merancang desain untuk layar yang besar. Seperti yang ditemukan Hoober dalam penelitiannya yang sering dikutip di UX Matters, 75% orang menggunakan ibu jari sebagai digit telepon utama mereka, dan 49% menyukai untuk memegang perangkat mereka dengan satu tangan.
 
Yang disebut ’zona ibu jari’, area di mana ibu jari manusia dapat bergerak dengan nyaman saat memegang perangkat seluler, sangat berpengaruh pada desain antarmuka dari perangkat seluler. Lagi pula, jika elemen UI Anda berada luar jangkauan, hal tersebut tidak berfungsi dengan efektif.
 
Interaksi dengan satu tangan dan satu jempol dalam perangkat seluler telah menjadi hal yang biasa. Masalahnya adalah, Anda berusaha untuk menutupi hampir 7 inci ruang layar dengan satu tangan membuat ibu jari Anda yang dibawah lebih banyak mendapatkan tekanan.
 
Karena Anda harus dapat berfokus pada pemeliharaan UX yang baik dan penggunaan ibu jari yang efektif, menemukan solusi desain antarmuka pengguna yang kreatif adalah kunci untuk meningkatkan pengalaman pengguna perangkat seluler dengan layar yang luas. Jadi, mari kita lihat beberapa hal utama yang perlu diingat saat merancang desain untuk layar seluler yang lebih besar.
 
Hierarki Konten
 
Ketika merancang desain untuk layar yang lebih luas dan penggunaan ibu jari yang lebih sering, pastikan bahwa kontrol dari layar berada pada jangkauan ibu jari. Pengguna yang menggunakan gestur satu tangan merespon lebih cepat dan lebih akurat ketika target berada di area tengah atau di bawah dekat layar, dibandingkan dengan ketika target diletakkan pada bagian ujung atas layar. Luke Wroblewski menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi karena ibu jari tidak harus melakukan upaya lebih untuk keluar dari zona nyamannya.
 
 
Dengan mendekatkan konten yang penting dan elemen UI pada bagian tengah menuju bawah dari tampilan layar, pengguna dapat merasa lebih mudah untuk bekerja dengan satu tangan pada aplikasi Anda dan layar perangkat mereka yang lebih besar.
 
Pola Navigasi
 
Membuat pengguna berpindah dari Titik A ke Titik B secara efektif harus menjadi tugas nomor pada daftar tugas dari aplikasi seluler Anda, karena hanya aplikasi yang dapat ditemukan yang akhirnya akan digunakan.
 
Berikut beberapa cara untuk memastikan bahwa tampilan layar yang besar dari Anda dapat diakses oleh pengguna:
 
  • Navigasi bawah - Navigasi di bagian bawah adalah pilihan navigasi yang tepat untuk layar ponsel yang berukuran besar. Tab navigasi bawah memungkinkan Anda menempatkan tindakan aplikasi yang paling sering digunakan di bagian bawah layar, membuat interaksi dengan satu sentuhan ibu jari menjadi lebih mudah diterapkan.

    Contohnya, Spotify misalnya. Spotify merupakan salah satu aplikasi streaming musik paling populer saat ini - dengan klaim hampir 100 juta pengguna ponsel di seluruh dunia belum lama ini. Namun terlepas dari kesuksesannya, ada beberapa kesalahan fungsi dari aplikasinya.

    Penggunaan menu hamburger Spotify yang kontroversial ini dapat diartikan bahwa navigasi aplikasi tidak intuitif dan berjalan dengan lambat, serta membuka daftar playlist membawa pengguna dalam perjalanan dengan ketukan tanpa akhir - bukanlah hal yang Anda inginkan saat dalam perjalanan. Untuk pengguna dengan smartphone yang memiliki rasio layar lebar, mencoba mendengarkan musik dengan satu tangan terasa kurang nyaman.

    Untungnya, Spotify membuang hamburger menu yang ia gunakan dan beralih pada tab navigasi bawah pada tahun 2016. Dengan memindahkan tab menu dari bagian atas ke bagian bawah dari aplikasi, navigasi aplikasi telah berubah. Tujuan navigasi terpenting - Beranda, Jelajahi, Pencarian, Radio, dan library Anda - sekarang semuanya dapat diakses dengan satu ketukan, dan sangat mudah dijangkau dengan ibu jari Anda.
  • Tombol Navigasi Yang Mengambang (Floating Buttons) - Navigasi di bagian bawah memang memiliki kelebihan saat mendesain untuk layar besar. Namun hal tersebut bukan satu-satunya pola navigasi yang tepat aplikasi seluler dengan layar yang luas. Jika tab bagian bawah dapat mengganggu tab dari navigasi perangkat asli, Anda dapat memiliki risiko akan kesalahan ketuk. Untungnya, ada alternatif lain. Seperti yang disarankan Luke Wroblewski, coba gunakan tombol tindakan yang mengambang (floating) dari Google. Berdasarkan tindakan yang paling sering dilakukan dalam aplikasi tertentu, Google mengizinkan desainer untuk mempromosikan tindakan tersebut dalam tombol yang dimilikinya.

Perlakukan tombol mengambang Anda sebagai ajakan bertindak yang ampuh bagi pengguna - tampilannya harus menonjol secara visual dan memandu pengguna untuk melakukan tindakan yang paling populer dan paling umum pada halaman yang berkaitan. Tombol ini memberikan kesempatan untuk mengarahkan arus pengguna dan merampingkan desain antarmuka Anda.
 
Interaksi
 
Dalam artikel UX Matters, Steven Hoober menjelaskan bahwa bagian tengah layar adalah tempat orang mengetuk yang paling cepat dan paling mudah. Namun tidak berarti bahwa mereka tidak dapat menggunakan bagian lain dari layar: seperti yang ditunjukkan Hoober, mereka hanya mengubah cengkeraman mereka sedikit dan melanjutkan.
 
Sebagai desainer UI, hal ini dapat membebaskan Anda untuk memikirkan jenis gerakan apa yang dapat Anda gunakan di berbagai area layar. Ikon yang ditempatkan di tengah akan bekerja paling baik dengan ketukan, sementara yang paling kiri dapat dirancang sebagai pergeseran ke kanan. Sejak ledakan dari aplikasi Tinder di dunia kencan online, banyak aplikasi yang juga mengadopsi pergeseran ini sebagai gerakan utama mereka.
 
 
 
Berikut adalah beberapa tips yang dapat kami berikan dalam merancang desain untuk resolusi perangkat yang lebih lebar dan luas. Jika Anda masih membutuhkan bantuan untuk merancang desain atau aplikasi dari bisnis Anda, kami dapat membantu.
Eannovate hadir dengan memberikan layanan terbaik untuk Mobile App Development di Jakarta, termasuk jasa Konsultasi Produk, Project Management, UI / UX Design, Development, Testing, Deployment (ke server App Store / PlayStore atas nama perusahaan klien), Source-Code, serta FREE Maintenance selama 3 bulan. Kami menjamin bahwa aplikasi Anda akan dibangun sesuai dengan kebutuhan usaha Anda dan menyediakan penanganan jika terjadi masalah pada aplikasi Anda.
 
Selain itu, kami juga memiliki layanan SEO Digital Marketing di Jakarta lengkap dengan copywriter yang kreatif dan berpengalaman dari tim kami untuk membuat konten asli dan berkualitas untuk mendukung aktivitas online dari bisnis Anda. Buatlah perusahaan Anda lebih dikenal oleh target audiens dengan menyerahkan layanan jasa Mobile App Development di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda sedang mencari portal berita yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru serta terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, Alterspace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
 
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore),
 
Whatsapp : +62813-8251-8448
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
Reference: JustInMind

AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm