Image

QUICK CONTACT













Image

3 E-Commerce Design Mistakes to Avoid, According to Science

22 Dec 2020 by Billy Gani
Tahukah Anda bahwa bahwa seseorang lebih mungkin untuk makan dua potong keju dengan lubang di dalamnya tetapi hanya satu jika keju tersebut padat? Persepsi yang terjadi ketika melihat keju tersebut penting. Sama hal nya dengan visual dari website Anda. Kita senantiasa mengetahui bahwa sebuah produk akan lebih mudah terjual dalam website yang menarik dengan fotografi yang juga berkualitas. Tetapi, meskipun Anda menyajikan kedua hal tersebut, Anda masih bisa membuat konsumen kebingungan dengan tata letak dari produk yang Anda berikan.
 
Ketika Anda menawarkan terlalu banyak pilihan, menampilkan terlalu banyak gambar, atau menyusun produk Anda dengan cara yang kurang tepat, Anda memiliki risiko untuk membingungkan pengguna dan konsumen. Tentunya Anda tidak ingin desain yang buruk ini mempengaruhi penjualan Anda. 
 
Maka dari itu, berikut ini beberapa hal yang dapat kami berikan untuk membantu Anda mengoptimalkan tampilan produk dan menyajikan website e-commerce yang menarik dengan dasar dari riset pemasaran terbaru.
 
Menawarkan Terlalu Banyak Pilihan
 
Beberapa tahun lalu, dua profesor pemasaran melakukan penelitian tentang kemacetan. Para peneliti mendirikan stan pencicipan di supermarket dan menawarkan selai kepada para pelanggan. Pada hari Sabtu, mereka menawarkan 24 rasa dan pada Sabtu berikutnya, mereka hanya menawarkan 6 rasa. Apa yang terjadi? Hasilnya bervariasi. Ketika 24 jam tersedia, 60% pelanggan berhenti untuk mencicipi. Ketika 6 selai tersedia, 40% pelanggan berhenti untuk mencicipi. Jadi lebih baik menawarkan dengan banyak opsi, bukan?
 
Tidak juga. Dari 60% yang mencicipi satu selai selama 24 jam, 3%nya melakukan pembelian; dan dari 40% yang mencicipi satu dari 6 rasa selai,  ada sekitar 30% orang melakukan pembelian. 
 
Berikut kesimpulan utamanya - 31 orang membeli selai saat mereka memiliki 6 pilihan, dan 4 orang membeli selai saat mereka memiliki 24 pilihan. Hal tersebut menunjukkan hampir selisih 8X lipat penjualan.
 
Dengan kata lain, semakin banyak produk yang Anda tawarkan, semakin banyak pengunjung yang mendatangi Anda tetapi lebih sedikit yang akan benar-benar membeli. Sama hal nya dengan ketika Anda mendapatkan banyak pengunjung, hasil penjualan Anda lah yang berperan penting, bukan sekedar banyaknya pengunjung saja. 
 
Riset tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pilihan yang dimiliki, maka semakin banyak pilihan yang ada pada kepala pengunjung sehingga mereka kebingungan. Terkadang dengan begitu banyaknya pilihan, mereka akan berakhir dengan tidak membeli apapun.
 
Jika Anda memiliki banyak produk untuk dijual, Anda tentunya memiliki risiko dimana Anda dapat membingungkan konsumen dengan banyaknya variasi pilihan. Kami tidak menyarankan Anda untuk menyingkirkan beberapa produk, Anda dapat menjual apapun yang ingin Anda jual. Tetapi, Anda tidak dapat membingungkan pengguna. 
 
Anda dapat lebih tidak membingungkan pengguna ketika memiliki lebih sedikit varian produk dalam website Anda. Cara termudah melakukannya? Dengan mengelompokkan setiap produk dan membuat halaman yang terpisah per kategori.
 
Ketika produk Anda dipisahkan dengan setiap kategori dan halaman yang berbeda, pengguna akan merasa lebih nyaman dengan pilihan yang mereka lihat. Jika Anda memiliki model yang bervariasi dan opsi dari produk tertentu, Anda dapat mencoba menggunakan cara yang digunakan oleh Apple untuk iPad dan membuat grafik yang mudah dibaca dan dipahami dari perbedaan yang dimiliki secara langsung, di bawah ini.
 

 
Strategi lainnya yang dapat Anda gunakan adalah membatasi juga produk dalam satu halaman, dan membuat pengguna menekan tombol halaman selanjutnya. Hal ini membuat produk Anda terlihat fresh dan tidak membingungkan. Jangan membuat pengguna bingung dengan terlalu banyak pilihan. Buat setiap halaman produk Anda sederhana dan juga rapi serta terorganisir.
 
Temukan Keseimbangan Yang Tepat Antara Teks & Visual Yang Anda Berikan
 
Apakah pelanggan Anda cenderung membeli produk Anda disajikan secara visual atau verbal? Secara visual, tentu saja, dan dengan margin yang lebih baik. Namun terkadang, untuk produk tertentu, Anda mungkin dapat memperkenalkan lebih banyak teks kepada mereka.
 
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Oktober 2013, dua peneliti menemukan bahwa ketika pengguna melihat produk, terlalu banyak gambar dapat membuat mereka kewalahan, sehingga mereka cenderung menunda pembelian tanpa batas waktu. Jika ada terlalu banyak gambar, pengguna cenderung hanya melihat-lihat dan melewatkan apa yang mereka lihat. Mereka sama sekali tidak memperhatikan secara detail akan variasi dari visual yang Anda berikan.
 
Riset ini juga menemukan bahwa konsumen cenderung akan melambat dan mempertimbangkan pilihan mereka secara hati-hati ketika melihat produk yang direpresentasikan dengan tulisan. Deskripsi produk yang tepat akan lebih menarik perhatian konsumen dan membuat mereka memikirkan fungsi produk Anda untuk kebutuhan mereka. Pengujian juga menunjukkan bahwa konsumen memiliki ingatan akan produk yang lebih tajam jika melihat deskripsinya secara verbal.
 
Lebih pentingnya lain, riset juga menunjukkan bahwa deskripsi verbal lebih dipercaya jika dibandingkan dengan pencarian berbasis visual ketika pengguna mencari banyak hal sekaligus. Mereka akan cenderung berhenti berbelanja ketika melihat terlalu banyak gambar yang tersedia. Mereka akan melambat ketika membaca dan mempertimbangkan tentang apakah ada deskripsi atau teks yang dapat mereka baca dan fokuskan dalam mencari sebuah produk.
 
Sayangnya, riset tidak menunjukkan berapa angka yang tepat untuk Anda gunakan ketika pengguna berbelanja dan menolak berbagai tampilan visual yang Anda sertakan dalam halaman produk. Jumlah angka tersebut senantiasa berbeda tergantung pada produk dan bisnis yang Anda jalankan. Jadi, hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan menjalankan A/B test untuk menentukan tentang apakah Anda sudah memiliki jumlah angka yang tepat dari tampilan visual yang Anda berikan. 
 
Selanjutnya, Anda dapat mencoba menemukan keseimbangan antara jumlah teks dan tampilan visual dalam sebuah halaman yang dapat mencakup seluruh produk Anda dan pada setiap halaman spesifik dari masing-masing produk.
 
Penempatan Produk - Horizontal Atau Vertikal?
 
Kita senantiasa mempersepsikan hal secara berbeda ketika disusun secara vertikal maupun horizontal. Dalam studi yang masih diulas, pelaku riset menemukan bahwa melihat jumlah produk secara horizontal lebih mudah mempersepsikan variasi dari sebuah produk jika dibandingkan dengan penempatannya secara vertikal.
 
Hal tersebut menunjukkan bahwa jika Anda menyusun produk Anda dari kiri ke kanan, konsumen akan berpikir bahwa Anda memiliki variasi produk yang lebih baik jika dibandingkan dengan penyusunannya dari atas ke bawah. Dan apa yang dilihat konsumen ketika menemukan produk dengan penempatan dari atas ke bawah? Mereka akan berpikir bahwa produk di bagian atas dan bawah merupakan produk yang berbeda dari kategori produk dan merupakan produk lainnya.
 
Studi juga menunjukkan bahwa ketika produk Anda diletakkan secara horizontal, konsumen lebih cenderung untuk membeli lebih banyak produk dalam satu baris yang sama sementara jika produk diletakkan secara vertikal, mereka cenderung tidak melihat variasi produk dan hanya mengambil satu produk dari rak tersebut.
 
Implikasi dari studi ini untuk Anda adalah bahwa Anda dapat memasukkan variasi produk dan menempatkannya secara horizontal dan menempatkan kategori produk yang berbeda pada baris yang juga berbeda.
 
Berikut adalah contoh yang diserap dan digunakan oleh Netflix. Jenis film yang sama akan dikategorisasikan dalam baris yang sama, dan kategori film yang berbeda diletakkan di bawahnya.
 

 
Dan bukan hanya toko online saja yang melakukan hal ini. Berikut dibawah adalah contoh penyusunan kaleng sup pada sebuah supermarket.
 

 
Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa Anda dapat mengelompokkan produk yang bervariasi secara horizontal karena konsumen lebih mudah memperhatikan variasinya. Dan Anda dapat menempatkan produk yang benar-benar berbeda dari segi kategori di bagian atas atau bawahnya untuk menunjukkan perbedaannya. 
 
 
Berikut adalah 3 kesalahan desain dari website e-commerce yang dapat Anda hindari untuk meningkatkan penjualan dan jumlah pengunjung dari website Anda. Jika masih membutuhkan bantuan, kami hadir untuk Anda.
 
Eannovate hadir dengan layanan E-Commerce Web Development yang profesional & berkualitas di Jakarta, Indonesia. Layanan kami senantiasa dilengkapi dengan Custom UI / UX Design, Optimized CMS, Online Shop, dan Shopping Cart Web Development terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda. 
 
Selain itu, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dalam memberikan layanan SEO Digital Marketing dan Website Design di Jakarta dengan harga yang lebih terjangkau serta cepat dan mudah, tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan anda.
 
 
 
 
Reference: Shopify

AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm