Image

QUICK CONTACT













Image

Fitts's Law: The UX Hack that Will Strengthen Your Design

09 Nov 2020 by Billy Gani
Jika Anda memasuki mobil, cobalah untuk memperhatikan lebih dalam tentang pedal kaki mobil. Anda mungkin menyadari suatu hal yang mungkin Anda tidak pernah perhatikan sebelumnya - pedal untuk rem lebih berukuran besar dan dekat dengan kursi Anda, jika dibandingkan dengan pedal gas.
 
Ketika Anda menyadari hal ini, tentunya masuk akal, bukan? Jika pedal rem lebih besar dan dekat dengan Anda, akan lebih mudah dan cepat Anda dalam menggunakannya untuk menghentikan laju mobil dibandingkan untuk mengakselerasikan mobil Anda agar lebih cepat. Hal ini membuat Anda lebih aman dalam mengemudi dan juga untuk orang lain di jalan yang Anda lewati. Jika ukuran pedal dan kedekatannya dibalik, jalan yang Anda lewati mungkin dapat terlihat seperti arena bumper car.
 
Desain dari pedal mobil ini didasarkan dari model prediktif tentang pergerakan manusia yang dikenal dengan Hukum Fitts (Fitts’s Law). Dan hal ini berjalan di sekitar kita, misalnya dengan ukuran spasi dalam keyboard kita yang lebih besar dibandingkan dengan tombol huruf lain karena kepentingannya yang lebih besar. 
 
Dalam dunia nyata, hukum ini terlihat cukup jelas. Tombol paling besar dalam microwave Anda adalah tombol pembuka pintu atau tombol untuk mulai memanaskan makanan Anda. Hal ini dikarenakan tombol tersebut merupakan tombol terpenting dalam tindakan yang dilakukan dari microwave Anda. Sesederhana itu.
 
Ketika kursor Anda jauh dari tombol CTA dalam sebuah halaman website. Anda harus lebih presisi dalam menekan tombol tersebut, yang juga menghabiskan waktu dan energi lebih dalam memindahkan kursor mouse Anda ke tombol CTA. Tetapi, ketika kursor mouse Anda berdekatan dengan tombol CTA dari sebuah halaman website yang Anda buka, Anda tidak perlu terlalu presisi dalam menekan tombol tersebut. Anda dapat menghabiskan lebih sedikit waktu dalam memindahkan mouse Anda menuju tombol CTA dan mendapatkan hasil yang sama. 
 
Hukum dari Fitts ini secara luas diterapkan dalam desain UI dan UX, dan pada setiap antarmuka yang melibatkan penunjukkan menggunakan mouse ataupun jari. Jika Anda ingin pengguna mengambil tindakan tertentu dalam website Anda, menempatkan tombol CTA yang besar di tempat yang diharapkan pengguna akan membuatnya lebih mudah untuk ditemukan dan ditekan.
 
Penggunaan logika saja tidak bisa merancang pengalaman pengguna yang baik. Emosi juga mendorong perilaku manusia, menarik kita ke objek yang menarik secara visual dan mudah digunakan. Dan juga, merancang pengalaman yang berpusat pada pengguna membutuhkan pemahaman yang kuat tentang psikologi manusia. 
 
Di bawah ini, kami membahas beberapa cara dalam menyeimbangkan logika hukum Fitts dan psikologi dengan 3 contoh dari beberapa pengalaman pengguna teratas di luar sana.
 
3 Contoh Hukum Fitts dalam Desain Website
 
Ukuran 
 
Ketika seluruh tombol atau gambar berukuran besar, mudah ditekan, dan memiliki batasan yang jelas, hal tersebut menjadi lebih mudah untuk dipilih. Pengguna dapat memahami secara intuitif tentang dimana mereka harus menekan dan dimana mereka tidak dapat menekan. Tetapi, memaksa pengguna untuk mengarahkan kursor mereka langsung pada tombol tertentu secara spesifik, seperti pada teks akan membutuhkan ketepatan yang lebih banyak dan juga energi dan menghabiskan waktu mereka.
 
Tetapi, berukuran besar tidak senantiasa lebih baik. Dengan meningkatkan ukuran dari tombol, Anda dapat mengurangi penggunaan. Tombol yang terlalu besar dapat merusak keseimbangan halaman dan menyimpan kesempatan berharga yang lebih cocok untuk ruang negatif atau tombol CTA lainnya. Buatlah tombol dengan ukuran yang cukup besar untuk meminta perhatian pengguna tanpa mengganggu keseimbangan visual dari halaman Anda serta memaksimalkan kegunaan.
 
Pada akhirnya, piksel menjadi langka. Namun hubungan kegunaan dan ukuran memungkinkan Anda untuk menyelamatkan kesempatan yang berharga dalam membersihkan halaman Anda dengan ruang kosong atau meningkatkan rasio konversinya dengan menambahkan tombol CTA lainnya.
 
Jarak 
 
Ketika pengguna memasuki website, dan Anda secara spesifik menginginkan mereka untuk mengambil tindakan tertentu, Anda perlu mengukur dimana kursor mereka akan mulai bergerak. Hal ini biasa disebut dengan pixel utama (prime pixel). Beberapa brand mungkin kurang mengetahui dimana lokasi primer dari pengunjung website, tetapi hal ini ternyata menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Jika Anda mengetahui dimana titik ini bermula, Anda dapat menyesuaikan desain website Anda terhadap lokasi kursor dan menciptakan jalan cepat untuk mengarahkan pengguna ke dalam CTA tertentu. Pengalaman pengguna yang Anda berikan akan senantiasa berbeda ketika pengguna memasuki website Anda. Dan hal tersebut akan membuat mereka menemukan desain halaman yang baru setiap membuka website Anda.
 
Mengukur lokasi dari pixel utama website Anda menjadi salah satu alternatif yang baik karena penggunaannya dapat membantu Anda untuk membangun website yang konsisten dan mudah di navigasikan. Contohnya, Kolom pencarian dari Google senantiasa berada di tengah halaman karena ketika pengguna memasuki website Google, kemungkinan terbesar yang terjadi adalah mereka melihat ke bagian tengah dari layar. 
 
Dalam kebanyakan waktu, pixel utama dapat mempengaruhi lokasi dari objek target. Dan semakin pendek perjalanan untuk menuju tindakan yang diinginkan, maka semakin baik pengalaman pengguna yang website Anda berikan. Dalam perangkat seluler, pixel utama merupakan area dimana ibu jari Anda berada yang juga disebut dengan zona ibu jari. Hukum Fitts diaplikasikan pada area atau zona pergerakan dari ibu jari Anda dalam pengalaman melalui perangkat seluler yang dirasakan. Itulah mengapa menu dari layar utama iPhone berada di bagian bawah. Ibu jari Anda secara alami akan bergerak pada area tersebut sehingga Anda tidak perlu meregangkan jari untuk berpindah pada tombol lain dalam layar yang sama.
 
Tetapi, karena perangkat seluler tidak memiliki banyak ruang dalam layarnya, hal tersebut dapat menjadi tantangan bagi Anda untuk tidak menghancurkan keseimbangan dalam layar perangkat seluler miliki pengguna. Hal tersebut dapat membuat pengguna lebih mudah untuk salah menekan tombol karena letaknya yang berdekatan. Menempatkan ruang diantara tombol yang Anda berikan dapat mencegah kesalahan kecil ini terjadi pada pengguna.
 
Menempatkan tombol di sekitar pixel utama bukanlah aturan yang sulit untuk Anda terapkan. Dalam teori, pe menu akan lebih mudah untuk digunakan karena Anda tidak perlu report dalam memindahkan kursor untuk memilih opsi tertentu. Tombol Anda dapat dirancang untuk berfokus pada pixel utama. Tetapi, menggunakan submenu di dalam pie menu, membuat kehadirannya bercabang dari lingkaran, yang dapat mengacaukan halaman Anda.
 
Hukum Fitts juga menyarankan Anda untuk mengurangi jarak antara objek yang digunakan pengguna dalam urutan yang logis. Misalnya, tombol login selalu berada di sebelah kolom formulir nama pengguna dan kata sandi. Jika tombol tertentu terkait, Anda harus mengaturnya dengan cara yang mudah diingat dan ditemukan. Mengelompokkan tombol serupa membuat peta mental yang sudah dikenal dalam website Anda yang pada dasarnya dapat dihafal oleh pengguna.
 
Tetapi menempatkan setiap tombol yang sebanding tepat di samping satu sama lain dapat mengacaukan halaman Anda dan menyebabkan banyak kesalahan pengguna, terutama jika Anda meletakkan tombol berisiko tinggi, seperti tombol untuk menghapus email, yang letaknya tepat di sebelah tombol yang sering digunakan, seperti tombol untuk mengirim email. Untuk mengurangi tindakan yang tidak disengaja ini, harus ada metode bertahap untuk memverifikasi tindakan, opsi cancel, atau ruang yang cukup di antara tombol.
 
Usaha
 
Banyak perintah penting seperti ’exit’, ’start’, dan ’shutdown’ yang terletak di sudut layar komputer Anda. Penempatan tombol ini memudahkan pengguna untuk memilihnya karena tombol tersebut disematkan di dua sisi. Dan kursor akan senantiasa berhenti di setiap sisi, jadi Anda tidak dapat melampauinya. Hal ini memberitahu Anda bahwa pengguna tidak harus secara akurat menekan tombol di bagian sudut atau tepi. Anda hanya perlu memindahkan kursor ke area yang umum dikunjungi.
 
Menempatkan tombol di bagian sudut dan tepi tidak mudah untuk diterapkan pada perangkat seluler. Jika Anda menempatkannya di bagian sudut, pengguna perlu meregangkan jari atau menggerakkan tangan hanya untuk menjangkau tombol tersebut.
 
Sedikit usaha juga tidak selalu lebih baik untuk dilakukan. Perintah penting yang mudah dilakukan seperti mematikan ponsel tidak memungkinkan pengguna dalam meminimalkan kesalahan mereka. Setelah tombol tersebut ditekan, pengguna tidak dapat membatalkannya. 
 
Kita ambil contoh dari produk Apple, iPhone. Untuk mencegah terjadinya shutdown yang tidak disengaja pada ponsel mereka, Apple membuat pengguna menggesek slider untuk mematikan ponsel mereka. Dan untuk membatalkan power off, yang harus dilakukan pengguna adalah menekan tombol batal. Konsekuensi tombol batal tidak sebanding dengan mematikan ponsel, jadi Apple mempermudah untuk menekannya secara tidak sengaja.
 
Hukum Fitts sangat berguna, tetapi tidak selalu dapat diaplikasikan. Data selalu mengalahkan teori, terutama saat menguji pengalaman pengguna. Jadi, pertimbangkan untuk melacak cara pengguna dalam menggunakan website Anda dan mengoptimalkan desainnya untuk kegunaan dan konversi. Selalu juga ingat bahwa hukum Fitts tidak menjadi aturan ketat dalam setiap desain pengalaman pengguna. Tetapi, kehadirannya harus selalu menjadi pedoman bagi setiap langkah desain dari website Anda.
 
 
Jika Anda masih bingung tentang penerapan hukum Fitts dalam website atau aplikasi berbasis perangkat seluler untuk bisnis Anda, kami dapat membantu. 
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di Jakarta. Atau juga jika sebenarnya anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, ExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dalam pembuatan UI UX Design di Jakarta dengan memberikan website dan aplikasi perangkat dengan harga yang lebih terjangkau serta cepat dan mudah, tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan anda.
 
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk melengkapi bisnis anda dalam bidang SEO marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
Reference: HubSpot

AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm