Image

QUICK CONTACT













Image

Avoiding Bias In Your UX Feedback

10 Jun 2020 by Billy Gani
Anda tentunya mengetahui bahwa respon balik merupakan hal yang penting - Pengguna aplikasi atau website Anda akan menentukan kesuksesan hal tersebut - tetapi bagaimana cara Anda mengetahui apakah pengguna memberikan respon yang objektif dalam tanggapan mereka? Tetapi, mereka kemungkinan besar tidak melakukannya. Hampir seluruh pengguna dari produk Anda memberikan respon yang bias. Bahkan tanpa mereka sadari. 
 
Saat Anda meminta dan mendengarkan respon balik dari pengguna, Anda juga dapat jatuh ke dalam bias dengan dua sisi yang berbeda: Bias yang mempengaruhi pengguna dalam memberikan respon balik dan bias Anda yang dapat mempengaruhi bagaimana Anda menerima respon tersebut. 
 
Penting bagi Anda untuk memahami hal ini, khususnya saat Anda mengulas dan membaca komentar tentang pengalaman pengguna (UX) yang Anda berikan melalui website atau aplikasi Anda. Respon balik yang akurat dan tidak bias penting untuk membangun versi terbaik dari aplikasi atau website Anda. Meskipun Anda tidak dapat menghapus bias pribadi Anda (begitu juga pengguna), Anda dapat mengambil langkah-langkah dalam menghadapi bias umum saat Anda mengetahui apa bias tersebut dan bagaimana dapat muncul. Setelah Anda meminta masukan dari pengguna, ingat bias dan evaluasi respon Anda akan komentar pengguna tersebut. Apakah tindakan yang Anda lakukan didasarkan oleh bias?
 
Ada puluhan bias kognitif yang juga memiliki banyak bentuk, meskipun jenis yang dominan sering muncul dari tim produk yang mencari respon balik. Dalam artikel ini, ada beberapa jenis bias kognitif umum yang dapat muncul saat mengumpulkan dan menginterpretasikan respon balik UX:
 
Bias Konfirmasi
 
Bias ini merupakan bias yang paling sering ditemukan dalam segala profesi. Psikolog Daniel Kahneman & psikolog matematika Amos Tversky mengatakan bahwa bias konfirmasi ini hadir “saat Anda memiliki interpretasi,mengadopsinya, dan berusaha untuk membuat segala sesuatunya tepat dan berjalan sesuai dengan interpretasi tersebut.” Bias ini terjadi ketika Anda berjalan ke arah respon yang sejajar dengan kepercayaan dan prasangka yang Anda miliki. 
Dengan hanya menerima respon balik yang sejajar dengan naratif yang Anda tetapkan membuat ruang gema yang dapat mempengaruhi pendekatan Anda dalam desain UX. Salah satu dampak berbahaya dari bias ini adalah efek bumerang, yang Anda temukan saat menolak setiap hasil yang membuktikan bahwa interpretasi Anda salah.
Sebagai desainer, Anda memiliki tugas untuk membuat UX yang terbaik untuk audiens, tetapi desain Anda akan berdasar pada bagian selera subjektif, kepercayaan, dan latar belakang. Terkadang, saat kita belajar tentang UX , bias ini dapat menyelinap masuk dalam proses - mungkin tidak banyak ketika Anda menginterpretasikan respon balik pengguna, tetapi dalam bagaimana Anda menanggapi respon balik tersebut.  
 
Bias konfirmasi biasanya muncul saat memproduksi survei pengguna. Dalam survei tersebut, mungkin Anda secara tidak sengaja mengajukan pertanyaan yang diutarakan dengan cara yang menghasilkan jawaban validasi dari apa yang sudah Anda yakini. Pertanyaan seperti ini tidak memberikan pengguna ruang untuk memberikan respon balik negatif atau kebalikan dari apa yang Anda inginkan. 
 
Mengatasi bias konfirmasi memerlukan pengumpulan respon balik dari berbagai kelompok pengguna. Jangan mensurvei atau mewawancarai pengguna hanya dari satu grup, demografi atau latar belakang - lakukan yang terbaik untuk mendapatkan ukuran dari sampel besar yang diisi dengan pengguna yang mewakili semua demografi di target audiens Anda. Dengan cara ini, respon balik yang Anda terima tidak akan terbatas pada prasangka dari satu kelompok saja.
 
Bias Kerangka (Framing Bias)
 
Bias ini biasanya didasarkan dari bagaimana Anda memilih mengerangkakan respon pengguna yang Anda dapatkan. Bias jenis ini dapat membuat Anda para desainer menginterpretasikan matriks objektif ke dalam hal positif maupun negatif. 
 
Kehadiran dari kerangka bias ini dapat ditemukan saat menganalisa data yang mendorong Anda pada efek selanjutnya, seperti mengelompokkan ilusi, yang biasa terjadi secara salah dengan mempersepsikan pola yang sebenarnya tidak sengaja, atau bahkan efek jangkar, yang memberikan banyak orang beban terhadap data pertama yang mereka lihat dan tidak melihat data lainnya. Jebakan mental ini dapat mempengaruhi keputusan yang Anda ambil dalam menentukan produk Anda. 
 
Anda dapat menghindari bias ini dengan menjadi lebih waspada tentang bagaimana cara Anda melihat data - dan menambahkan kerangka di dalamnya. 
 
Dari setiap bagian respon balik yang Anda dapatkan, tanyakan pada diri Anda bagaimana cara yang tepat untuk mengelompokkan data tersebut. Kesadaran ini dapat membantu Anda untuk belajar dalam tidak mengambil interpretasi pertama yang Anda miliki, dan untuk memahami mengapa perspektif Anda merasakan dampak positif atau negatif. Setelah itu, identifikasikan setidaknya satu atau dua kerangka alternatif yang dapat Anda gunakan untuk menginterpretasikan hasil yang sama.
 
Jadilah bijak untuk mengakui ketika Anda tidak yakin dengan tindakan apa yang akan Anda ambil berdasarkan data. Dapatkan opini kedua dari tim anda. Jika salah satu bagian dari respon balik pengguna terlihat penting dan sulit untuk diinterpretasikan, pertimbangkan penggunaan survei atau pengambilan respon yang lebih banyak dalam topik tersebut. 
 
Bias Konsensus Yang Salah
 
Bentuk bias ini terjadi ketika pengembang terkadang meremehkan jumlah orang yang setuju dengan ide atau desain mereka, yang akhirnya membuat konsensus yang salah. Sederhananya, konsensus yang salah merupakan asumsi bahwa setiap orang berpikiran sama dengan Anda.
 
Meskipun tujuan utama dari desain UX adalah untuk mengatur kepercayaan pribadi Anda dalam bentuk dan kebutuhan audiens, Anda tentu melihat produk Anda berdasarkan lensa Anda pribadi - membuatnya sulit untuk dibayangkan jika orang lain berpendapat beda dengan Anda. 
 
Hal ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan dar anggota tim dengan latar belakang yang berbeda (terutama yang memiliki keahlian di luar desain UX) dalam proses pengumpulan respon balik.
 
Bias dengan konsensus yang salah ini dapat dihindari dengan mengidentifikasikan asumsi Anda. Saat Anda mulai membuat survei pengguna atau tes kelompok, tanyakan pada diri Anda,”Apa yang saya pikirkan tentang hasil dari survei ini?” Tuliskan hasil asumsi Anda. Lebih baiknya, Anda dapat bertanya kepada rekan kerja Anda untuk mendengarkan penjelasan Anda tentang produk yang sedang Anda rancang dan minta mereka untuk menuliskan asumsi dan opini yang mereka dengar dari Anda. 
 
Ketika Anda sudah memahami persepsi tersebut, Anda dapat mulai merancang proses respon balik untuk memastikan bahwa Anda tidak menggunakan bias opini yang Anda miliki ke dalamnya. Dengan asumsi yang Anda tuliskan di awal, Anda dapat mencoba untuk memikirkan jika seluruh asumsi Anda salah. Jika ini kasusnya, asumsi apa yang paling beresiko untuk kesuksesan produk Anda? Bentuk pertanyaan untuk pengguna anda melalui jawaban dari asumsi beresiko tersebut. 
 
Sama seperti bias konfirmasi, penting bagi anda untuk mengumpulkan respon balik dari sekelompok pengguna yang besar, dari seluruh demografi dan latar belakang. Pastikan bahwa Anda tidak hanya melakukan survei terhadap orang yang memiliki latar belakang sejenis dengan anda - karena tentunya mereka dapat berpendapat sama dengan apa yang Anda persepsikan, yang dapat meningkatkan konsensus yang salah dalam pengembangan produk Anda. 
 
Bias tentunya bersifat universal, tetapi juga metode yang Anda gunakan untuk menghindarinya. Setiap orang - termasuk Anda - sulit untuk menghilangkan bias, tetapi bukan berarti Anda harus membiarkannya mengganggu pekerjaan anda. Dengan hanya memahami masing-masing bias dan dengan merinci cara yang dapat Anda gunakan untuk menghentikannya selama proses pengumpulan respon balik, Anda dapat menempatkan langkah-langkah untuk mengatasi prasangka yang menyesatkan dan mengumpulkan respon balik yang tidak memihak.
 
 
Jika Anda memahami pengaruh dari bias diatas terhadap desain UX dari produk Anda, sudahkah Anda mengatasinya? Atau baru ingin memulai bisnis dengan menggunakan aplikasi atau website yang menerapkan konsep berkualitas dengan minimnya bias dalam setiap rancangan produknya? Kami mungkin dapat membantu Anda. 
 
Eannovate sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik dapat membantu anda dalam bidang UI UX Design di JakartaAtau juga jika sebenarnya anda hanya memerlukan aplikasi perangkat dan website sederhana yang berkualitas dengan harga yang terjangkauExpressWeb juga kini hadir sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dalam pembuatan UI UX Design di Jakarta dengan memberikan website dan aplikasi perangkat dengan harga yang lebih terjangkau serta cepat dan mudah, tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan anda.
 
Selain itu, Eannovate sebagai salah satu SEO agency di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik juga hadir untuk melengkapi bisnis anda dalam bidang SEO marketing di Jakarta. Dengan memberikan layanan terbaik untuk SEO services di Jakarta seperti FREE SEO Audit, kami menjamin bahwa website anda dapat kami diagnosa dan membuatnya muncul pada pencarian page 1 di Google. Buatlah perusahaan anda lebih dikenal oleh target audiens anda dengan menyerahkan layanan jasa Digital Marketing di Jakarta hanya pada Eannovate.
 
Anda mencari website yang menyajikan informasi teknologi kreatif yang dilengkapi dengan berita startup, info gadget terupdate, dan berita di dunia IT terbaru dan terkini? Anda dapat mengunjungi blog kami, AlterSpace.
 
Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi perangkat (mobile apps), UI UX dan digital marketing Jakarta,  jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di
Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,
 
Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.
 
 
 
 
 
Reference: Smashing Magazine

CONTACT US

Let's Work Together

Have cool projects to work on ?

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.

Image
TELEPON
INDONESIA
+62813 8251 8448
Image
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta, Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm
icon
icon
Free Consultation
icon