Image

QUICK CONTACT













Image

Perlukah Kita Menggunakan Transportasi Umum Saat Pandemi Corona Ini?

24 Mar 2020 by Billy Gani

Berbagai asosiasi olahraga sudah meliburkan satu musim permainan, setiap gereja di seluruh penjuru negeri membatalkan setiap ibadahnya, berbagai perusahaan menerapkan peraturan Work From Home (WFH)  untuk karyawannya - semua ini untuk kepentingan kesehatan publik. Dalam masa penyebaran virus Corona (COVID-19) ini, WHO dan praktisi kesehatan sudah menghimbau warganya untuk menghindari kerumunan sebisa mungkin, dan tentunya sebagian dari anda pasti khawatir tentang berinteraksi dengan orang lain dalam masa ini. Untuk anda yang menggunakan transportasi umum sebagai moda dalam beraktivitas setiap harinya, artikel ini kami pusatkan kepada anda. 

Dalam perjalanan menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan Commuter Line, terlihat bahwa hampir sebagian besar penumpang menghindari untuk memegang pegangan atau tiang yang berada di dalam rangkaian. Terlihat juga bahwa semakin hari, semakin sepi penumpang yang berada dalam moda transportasi yang beraktivitas setiap hari ini karena kebanyakan pekerja sudah dihimbau oleh pemerintah untuk melakukan WFH (bekerja di rumah). Meski begitu, tidak jarang terlihat bahwa seorang komuter cukup berhati-hati dalam mengenakan masker bedah atau sarung tangan karet dan senantiasa membawa pembersih tangan untuk digunakan setelah berinteraksi dengan orang lain.

Pakar kesehatan tentunya mengetahui bahwa COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan, tetapi mereka belum menemukan bagaimana tepatnya virus ini bertransmisi dari satu orang ke orang lainnya. Gejalanya hampir sama dengan demam biasa dan virus di saluran pernafasan lainnya, yang biasanya tersebar melalui eksposur dari tetesan kecil dari orang sakit saat batuk atau bersin. 

Hasilnya, kebanyakan kota dengan sistem transportasi besar seperti TransJakarta dan KRL senantiasa menerapkan pembersihan rutin dari rangkaian bus dan kereta yang mereka miliki - untuk memastikan kenyamanan pengguna. Namun, pembersihan aktif ini, betapapun menyeluruh dan konsistennya, tampaknya tidak banyak membantu untuk menghilangkan kekhawatiran ketika jumlah kasus  COVID-19 yang dikonfirmasi bertambah.

Menurut pernyataan dari riset APTA (American Public Transport Association), sistem transportasi umum telah lama memiliki rencana respons virus menular yang sedang diadaptasi, diperbarui, dan dimasukkan ke dalam tindakan, ”sebagian besar berkisar seputar pembersihan dan mengingatkan pengendara tentang praktik kebersihan terbaik.

Jika penyebaran virus ini semakin meningkat, di Indonesia dan seluruh dunia, kebijakan untuk sepenuhnya mematikan sistem atau mengurangi layanan adalah pilihan yang tepat untuk digunakan oleh masyarakat. Sama seperti keadaan saat ini, ketika jadwal bus TransJakarta dan KRL mulai dibatasi. 

Dalam area yang padat seperti Jakarta, New York, Seattle dan sebagainya, transportasi umum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan warganya, meskipun sebagian lainnya lebih berkecukupan dan dapat menghindari interaksi dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun, ada langkah-langkah yang dapat anda ambil untuk mengurangi risiko bagi orang lain dan secara efektif memperlambat laju penyebaran virus ini di komunitas anda. Jika anda berada dalam kondisi sehat dan harus bepergian untuk bekerja, pertimbangkan jam pulang dan pergi pada jam-jam padat, menggunakan bentuk transportasi lain, atau bekerja dari rumah sepenuhnya. Sebagian besar perusahaan sudah menerapkan kebijakan ini sehingga kita dapat melihat kota Jakarta yang jauh lebih lengang dibandingkan biasanya. 

Haruskah Anda Khawatir Jika Menggunakan Transportasi Umum?

Banyak orang yang berasumsi bahwa transportasi umum, karena jumlah penumpangnya yang sangat banyak setiap harinya, merupakan tempat yang baik untuk virus dalam berkembang. Hal ini adalah asumsi dasar dan belum tentu benar. Tetapi, saat berbicara tentang COVID-19, tentunya hal ini menjadi lebih berisiko jika dibandingkan dengan berada di dalam pusat perbelanjaan atau kantor. Berdasarkan CDC (Centers for Disease Control), masyarakat perlu menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang yang terlihat sakit untuk meminimalkan penyebaran virus ini. 

Sejak pakar kesehatan masih belum yakin tentang bagaimana virus COVID-19 ini dapat menyebar di antara orang, sulit untuk menghitung jumlah risiko yang tepat saat menggunakan bus atau kereta. Maka dari itu, jika anda sedang merasa sakit dan tidak enak badan, anda HARUS berada di rumah dan menghindari penggunaan transportasi umum atau tempat ramai. 

Karena transportasi umum secara umum membutuhkan penumpang untuk berbagi tempat dengan orang lain, hal ini tentunya bertentangan dengan kebijakan “social distancing” yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan, seperti menutup sekolah, menyarankan WFH, dan membatalkan perkumpulan massa seperti acara olahraga, konser, atau pertemuan ibadah. 



Jika anda masih harus beraktivitas di kantor dan menggunakan transportasi umum untuk perjalanan anda, tidak perlu khawatir. Kami memberikan anda salah satu rekomendasi untuk melakukan perjalanan yang nyaman, mendapatkan kepastian tempat duduk, harga terjangkau, dan tentunya terjamin kebersihannya yaitu dengan menggunakan aplikasi Bussr.

Bussr merupakan website dan aplikasi untuk pesan dan beli tiket bus online untuk perjalanan dalam kota maupun antar kota seperti Jakarta & Bandung serta kota lainnya, yang tentunya disertai dengan kepastian tempat duduk. Bussr juga menyediakan berbagai tiket operator bus online seperti Pahala Kencana, Royal Platinum, Areon Trans, dan Big Bird Shuttle Bus untuk menunjang kebutuhan transportasi anda.

Untuk perjalanan dalam kota, Bussr memiliki rute yang tersedia untuk mengantar pergi dan pulang kantor, dari Alam Sutera dan Serpong ke Sudirman. Untuk aktivitas kuliah atau lainnya Bussr memiliki rute dari Serpong ke Kelapa Gading, Citraland Grogol, dan Mangga Dua juga sebaliknya. Untuk wilayah antar kota, Bussr menjangkau perjalanan lintas Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Badung, Bagan Batu, Bangkalan, Banjarnegara, Bantul, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Kabanjahe, Klaten, Lampung, Malang, Medan, Merak - Banten, Ngadirojo, Padang, Palembang, Pamekasan, Ponorogo, Prabumulih, Purbalingga, Purwokerto, Rantau Prapat, Sampang, Sumenep, Wonogiri, dan Wonosobo.

Untuk sistem pembayarannya, anda juga tidak perlu khawatir. Bussr kini menyediakan beberapa metode transfer melalui OVO, Virtual Account dari Bank Mandiri, BRI, BNI & Permata serta transfer manual melalui bank BNI untuk memberikan anda kemudahan sistem pembayaran yang bersifat cashless. 

Punya pertanyaan lebih lanjut? Anda dapat menghubungi team Bussr di (021) 8060 2829 atau Whatsapp ke nomor 08118070081. 



 

 

Reference: Vox







AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta,Indonesia
E-MAIL
hello@eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta,Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm