Image

QUICK CONTACT













Image

5 Rules for Choosing the Right Words on Button Labels

29 Jul 2019 by Billy Gani

Apa yang tombol anda katakan sama pentingnya dengan tampilan visualnya. Menggunakan kata yang kurang tepat pada label tombol anda dapat menyebabkan pengguna kebingungan, menghabiskan waktu lebih banyak, dan memperlambat aktivitas mereka. Jika anda ingin membuatnya lebih mudah digunakan oleh pengguna, anda harus memilih kata yang tepat untuk label dari tombol anda. 

Berikut ini beberapa aturan yang dapat anda pertimbangkan untuk memilih kata yang tepat dan membuat tombol anda lebih menarik serta berfungsi dengan baik:

Gunakan Kata Kerja

Label tombol anda haruslah dapat membuat pengguna berinteraksi dengan menggunakan kata kerja. Saat pengguna membaca sebuah kata kerja, mereka tentunya mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh tombol tersebut. Mereka dapat mengambil tindakan tanpa membaca teks pendukung seperti dialog konfirmasi.

Coba kita bandingkan penggunaan kata kerja dengan tombol sebelah kiri yaitu “Yes/No” yang biasa digunakan sebagai layar konfirmasi bagi pengguna. Pengguna harus membaca dialog diatasnya terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Jika mereka melewatkan atau salah membaca dialog tersebut, mereka dapat saja menekan tombol yang salah. Label pasif tidak hanya membuat tindakan beresiko, tetapi juga memaksa pengguna untuk melakukan tindakan lainnya.

Sebagai contoh, bagian dialog gambar diatas diblur agar tombol lebih terlihat. Label tombol dengan kata kerja “Discard/Save” membuat pengguna dapat mengambil tindakan, tetapi tombol dengan label “Yes/No” tidak. Tombol dengan kata kerja lebih bersifat efisien. 

Gunakan Diksi Yang Tepat

Setiap kata kerja yang anda gunakan tentunya memiliki konotasi tertentu. Jika diksi yang anda gunakan tidak tepat, pengguna dapat salah memahami fungsi sebenarnya dari tombol yang ada dalam aplikasi anda. 

Dilihat dari contoh diatas, kata “delete” dan “remove” memiliki arti yang sama, tetapi berbeda dalam konotasinya. “Delete” dapat mengimplikasikan bahwa tombol tersebut dapat menghapus lagu tersebut dari sistem. Sedangkan “remove” mengimplikasikan bahwa tombol tersebut akan memisahkan lagu tersebut dari daftar lagu. Menggunakan kata dalam konteks yang salah dapat menyebabkan pengguna sedikit lama dalam menentukan pilihan mereka. 

Dalam sebuah daftar lagu, kata “delete” dapat membuat pengguna berpikiran bahwa mereka akan kehilangan lagu mereka. Diksi ini tidak tepat karena bukan hal itu yang sebenarnya terjadi. Sementara kata “remove” lebih tepat untuk contoh diatas karena tindakan yang diambil pengguna hanya menghilangkan lagu tersebut dari daftar, bukan menghapusnya.

Gunakan Bahasa Yang Spesifik

Bahasa yang bias dan terlalu umum dalam tombol dapat menyebabkan ketidakjelasan bagi pengguna. Mereka menjadi tidak yakin tentang apa yang akan dilakukan oleh tombol tersebut karena labelnya yg tidak spesifik. Pengguna perlu mengetahui hasil dari tindakan yang mereka buat, dan hal ini hanya dapat terjadi dengan menggunakan bahasa yang spesifik dan jelas dalam tombol di aplikasi anda. 

Sebagai contoh, kata “Submit” diatas merupakan kata yang paling sering digunakan untuk kebanyakan tombol dalam setiap aplikasi. Tetapi, kata tersebut dapat membuat tombol terlihat bias dan terlalu umum. Hal ini dapat membuat pengguna merasa tidak yakin akan fungsi tombol tersebut sebenarnya karena labelnya yang tidak spesifik. 

Sebaliknya, kata “publish” spesifik menggambarkan penerbitan secara online. Sebagai hasilnya, pengguna dapat mengerti bahwa aplikasi tersebut dapat mempublikasikan ulasan dari mereka untuk orang lain saat menekan tombol. Label tombol ini lebih terlihat jelas dan memberikan pengguna arahan spesifik untuk melakukan tindakan.

Gunakan Bentuk Aktif Imperatif 

Terlalu banyak kata dalam sebuah tombol dapat membuat pengguna untuk membaca lebih. Saat anda menggunakan bentuk yang imperatif, anda meminimalisir jumlah kata yang digunakan dan menggunakan tombol tersebut lebih mudah untuk dibaca dan dipindai oleh pengguna. 

Bentuk imperatif aktif mengubah frase kata kerja menjadi perintah. Dengan bentuk ini, anda dapat meninggalkan subyek dan artikel yang kurang penting dan membuat label tombol yang tepat. Yang anda perlukan dalam menyematkan kata kerja dengan kata keterangan atau objek langsung.

Pengguna lebih percaya dan mengerti pada perintah dalam label tombol. Hal ini dapat memberitahu mereka apa yang tombol itu dapat lakukan, yang dapat membantu mereka menentukan keputusan. Saat menggunakan bentuk aktif imperatif, hindari penggunaan instruksi yang memberitahukan pengguna bagaimana cara mereka menggunakan perangkat mereka. Kesalahan umum yang biasa dilakukan adalah menggunakan kata “Click Here” dalam label tombol. Hal ini dapat menyebabkan tombol tersebut terlihat terlalu panjang lebar, dan juga mubazir bagi pengguna. 

Gunakan Kapitalisasi Kalimat Yang Tepat

Gaya kapitalisasi dari tombol anda mengekspresikan tone anda kepada pengguna. Tone tersebut bukanlah apa yang anda katakan atau bagaimana anda mengatakannya, tetapi memberikan reaksi emosional kepada pengguna dengan melibatkan mereka atau tidak sama sekali.

Sebuah kalimat yang dikapitalisasi merupakan pilihan tepat karena menyajikan tone yang dapat mengundang pengguna untuk menekan tombol dari aplikasi anda. Kebanyakan pengguna membaca kalimat per kalimat, yang menjelaskan bahwa mereka familiar dengan penggunaan kalimat. Saat mereka membaca hal tersebut dalam tombol anda, hal itu dapat terasa seperti mendengarkan penjelasan orang kepada mereka secara langsung.

Kebalikannya, kapitalisasi judul dari kalimat memiliki tone yang lebih formal. Tone yang formal terasa lebih kurang dekat dan membuat tombol anda tidak menarik untuk ditekan. Hal ini juga membuat pengguna merasa dijelaskan oleh orang dengan nada yang kurang enak. 

Penggunaan huruf kapital pada setiap huruf juga bukan merupakan hal yang tepat karena menghasilkan tone yang keras. Pengguna akan merasa seseorang berteriak kepada mereka untuk menekan tombol tersebut. 



Apakah anda para designer sudah mengerti dan mencoba menerapkan tips - tips diatas dalam desain yang anda buat?

Atau anda adalah seorang pebisnis yang baru saja ingin menggunakan mobile apps untuk menunjang bisnis anda? Anda kurang memiliki pengalaman di bidang web development tetapi ingin memiliki website dan aplikasi yang profesional serta menerapkan berbagai tips diatas?

Untuk membantu mendapatkan website dengan visualisasi UI UX di Jakarta yang sesuai dengan keinginan anda, Eannovate kini hadir sebagai salah satu agency web development di Jakarta dengan kualitas dan layanan terbaik  dalam bidang UI UX Design di Jakarta.

Atau sebenarnya anda hanya memerlukan website yang sederhana tetapi tetap berkualitas dengan harga yang terjangkau? Kami hadir dengan ExpressWeb sebagai bagian dari Eannovate untuk memenuhi kebutuhan anda dalam pembuatan website dan UI UX Design di Jakarta dengan harga terjangkau serta cepat dan mudah, tanpa mengurangi kesan profesional dari perusahaan anda.

Jika ada memiliki pertanyaan mengenai UI UX Design Jakarta dan tentang web development di Jakarta, jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami di

Telp : 021-5437-5601 (Senin - Jumat, 9 pagi - 5 sore) ,

Email : hello@eannovate.com atau menggunakan contact form.

 

 

Article Reference : UX Movement




AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta,Indonesia
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of Web, UI UX Design, Mobile App Development, SEO in Jakarta,Indonesia
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm