Image

QUICK CONTACT













Image

Masih Rawan Diretas, Pengguna WhatsApp Diminta Perbarui Aplikasinya

20 May 2019 by Billy Gani

Berita tentang bobolnya WhatsApp gara-gara spyware yang bisa mencuri berbagai data di smartphone pengguna terus menjadi perhatian. WhatsApp sebelumnya sudah menyarankan para pengguna untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Sayangnya, masih banyak sekali pengguna yang belum melakukan update aplikasi WhatsApp mereka ke versi yang terbaru.

Tidak memperbarui aplikasi membuat peretas masih menghantui para pengguna WhatsApp dan bisa mengakses seluruh data di smartphone, utamanya mereka yang belum melakukan update. Hal ini diketahui dari sebuah perusahaan keamanan smartphone bernama Wandera. Perusahaan memiliki sejumlah klien seperti Deloitte, General Electric, hingga Bloomberg. Tugas Wandera adalah membantu mengamankan smartphone milik karyawan di perusahaan-perusahaan di atas.

Total, ada lebih dari 1 juta perangkat di bawah manajemennya, 30 persen di antaranya terpasang aplikasi WhatsApp di smartphone. Sayangnya, sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Senin (2-/5/2019), Wandera menemukan bahwa 80,2 persen perangkat iOS belum melakukan update aplikasi WhatsApp. Sementara, 55,4 persen pengguna Android belum melakukan pembaruan aplikasi.

Salah satu perusahaan konsumen Wandera memiliki 5.000 perangkat yang pemiliknya belum meng-update aplikasi mereka ke versi terbaru. "Oleh karenanya, banyak orang yang sebenarnya mengundang hacker untuk mencuri data pribadi sekaligus data profesional mereka," tutur Wandera.

Kasus WhatsApp dan Peretas

Sebelumnya, para peretas yang sampai saat ini belum diidentifikasi memperoleh akses ke smartphone dengan mengeksploitasi kerentanan dalam fungsi panggilan WhatsApp. Kemudian mereka menginstal teknologi pengawasan yang dikembangkan oleh NSO Group dari Israel. Lewat software tersebut, meski si target tak mengangkat panggilan WhatsApp dari si peretas, malware tetap dapat menginfeksi smartphone. Parahnya, WhatsApp tidak menginformasikan perihal adanya celah kerentanan tersebut kepada pengguna. Celah keamanan ini juga tak disebutkan di pembaruan aplikasi baik di App Store maupun Google Play Store.

Alih-alih memberi informasi langsung pada para pengguna, aplikasi pesan milik Facebook ini malah mengeluarkan pernyataan lewat media, isinya mendesak para pengguna untuk memperbarui aplikasi. "WhatsApp mengajak pengguna untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru sekaligus memastikan OS smartphone mereka diperbarui untuk mencegah pengguna jadi target pencurian data," tutur Facebook. Dalam sebuah interview dengan CNBC, Chief Operating Office Facebook Sheryl Sandberg mengatakan, investasi perusahaan yang besar dalam keselamatan maupun keamanan memungkinkan para engineer-nya untuk mengetahui bahwa WhatsApp telah menjadi sasaran.

"Kami menempatkan lebih banyak engineer dalam mencari bug, kerentanan, dan kami menemukan ini, kami mematikannya," kata Sandberg.

 

Dilansir dari: Liputan6 Tekno

 

AYO BUAT IDEMU JADI KENYATAAN!

Hubungi kami untuk membicarakan ide anda. Ayo bersama membuatnya menjadi kenyataan!

AYO MULAI!

CONTACT

Image
LOKASI
INDONESIA

Ruko Kosambi Baru blok A ext 1 no 66. Jakarta Barat.


Image
TELEPON
INDONESIA
+6221 5437 5601
+62813 8251 8448


Whatsapp no of Eannovate
WHATSAPP
+62813 8251 8448
Click number above

Whatsapp of EANNOVATE | Website, Mobile App Design Development, SEO Digital Marketing in Jakarta
E-MAIL
hello [at] eannovate.com

Office hours of EANNOVATE | Website, Mobile App Design Development, SEO Digital Marketing in Jakarta
JAM KERJA
Mon-Fri 9.30am - 6.00pm